Karier Samir Nasri di dunia sepak bola makin suram saja. Sudah tidak punya klub, sekarang mendapat tambahan hukuman pula. Hukuman yang diberikan bukan karena tidak mengerjakan PR. Nasri sebelumnya dinyatakan terlibat dalam pemakaian doping. Nasri oh Nasri, riwayatmu kini…

Dirinya pun mendapat sanksi dari UEFA yang berupa skors selama enam bulan. Namun belakangan UEFA melakukan banding karena merasa hukuman yang diterima Nasri terlalu ringan.

Karier Nasri sebenarnya sempat meroket saat berseragam Arsenal hingga menjadi langganan timnas Prancis. Ketika dalam puncak performanya, Nasri memilih berpaling dari hati Arsenal untuk bergabung dengan Manchester City pada 2011.

Sayang, kariernya tak secemerlang di Arsenal. Di City Nasri makin terpinggirkan dan kerap menjadi cadangan. Mantan pemain Marseille kemudian dipinjamkan ke Sevilla pada musim 2016/2017. Namun performa sang pemain tak kunjung membaik dan dikembalikan ke City pada akhir musim.

Nasri kemudian dijual kepada klub Turki, Antalyaspor, dengan durasi kontrak dua tahun. Namun ia pada akhirnya memilih untuk pergi pada Januari 2018 lalu setelah tampil sebanyak delapan kali untuk klub tersebut.

Nasib Nasri kini bagaikan “sudah jatuh, tertimpa tangga pula”, masih mending kalau tertimpa jand. Setelah berstatus jomblo klub alias tidak memiliki klub, Nasri mendapat sanksi larangan bermain enam bulan dari UEFA.

Gelandang asal Prancis itu dinyatakan menyalahi aturan antidoping saat berseragam Sevilla. Kala itu Nasri dituding mengonsumsi zat pendongkrak stamina yang melebihi dosis pemakaian menurut Badan Antidoping Dunia (WADA).

Benda yang dikonsumsi Nasri tersebut bukanlah Irex Max, melainkan 500ml hidrasi dalam bentuk air steril yang mengandung mikronutrien. Nasri menggunakan hal tersebut saat sedang berlibur di Los Angeles pada Desember 2016.

Sementara aturan WADA hanya memberi batas pemakaian sebanyak 50ml per enam jam untuk para atlet aktif.

Namun Pengawas Etika dan Disiplin UEFA menilai skors enam bulan larang bermain itu kurang berat padahal sepertinya belum ditimbang juga oleh mereka. Mereka pun melakukan banding  dan hasilnya UEFA memberi bonus hukuman sebanyak 12 bulan. Total hukuman yang diterima Nasri menjadi tiga semester alias 18 bulan.

Untungnya hukuman tersebut sudah diterima Nasri sejak 1 Juli 2017 yang lalu meskipun setelahnya ia sempat bermain untuk Antalyaspor. Nasri baru boleh kembali berlatih dengan klub manapun mulai dari November mendatang.

“Keputusan Badan Pengawasan, Etika, dan Disiplin Tubuh UEFA pada 22 Februari 2018 menyatakan bahwa pemain bernama Samir Nasri diskors selama 18 bulan terhitung dari 1 Juli 2017. Samir Nasri diperbolehkan untuk kembali melakukan latihan dengan klub manapun pada 1 November 2018,” bunyi pernyataan UEFA dikutip dari Telegraph.

Main photo: kokolife.tv

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here