Inter Milan gagal meraih kemenangan saat menjamu Parma di Seri A. Boro-boro menang, faktanya mereka nyaris kalah dari klub legend Italia itu. Inter memaksa Parma main seri 2-2.

Padahal, pelatih Antonio Conte sudah capek-capek bikin makalah untuk menghadapi Parma. Bikinnya juga niat, pakai dijilid segala. Untung saja tidak ditulis “Untuk Keperluan Tugas Akhir Mata Kuliah”.

Di media sosial Twitter memang beredar sebuah foto dokumen analisis milik Conte untuk lawan Parma. Belum diketahui apakah foto itu dapat dipastikan kebenarannya atau tidak.

Maklum, kalau cuma lihat via gambar saja kan bisa bermakna macam-macam. Siapa tahu itu cuma cover-nya doang. Padahal pas dibuka isinya kliping koran.

Menghadapi Parma, Inter sebenarnya banyak sekali peluangnya. Teori di “makalah”-nya Conte sudah benar, tapi eksekusinya masih kacau. Memang gitu kadang-kadang, yang ditulis di kertas belum tentu valid di lapangan.

Ivan Perisic dan Achraf Hakimi yang sudah sendirian di depan gawang tapi malah menembaknya ke atas seperti mengincar burung dara.

Di babak kedua justru Parma yang bikin dua gol duluan. Gervinho lewat skill berkelasnya langsung menembak dengan tendangan first time hasil umpan Hernani yang bukan siapa-siapanya Hernanes.

Tak lama kemudian, Gervinho yang berparas ganteng preman ini mencetak gol lagi yang lolos dari jebakan offside. Umpan Roberto Inglese gagal dibendung pertahanan Inter.

Dua menit setelah kejadian, Inter langsung bereaksi. Marcelo Brozovic sukses memperkecil ketinggalan lewat tendangan yang cuma dilihat dan ditengok saja oleh Luigi Sepe.

Sampai akhirnya, “Nerazzurri” baru bisa menyelamatkan diri dari kekalahan lewat sundulan tipis Perisic pada menit ke-92.

Conte bete berat dengan hasilnya. Apalagi melihat begitu banyaknya tendangan yang dilepaskan ke gawang Parma.

“Ini bukan pertandingan pertama di mana kami mendominasi tetapi nyaris kalah. Jika Anda tidak mencetak gol di sepak bola, Anda tidak menang,” ucapnya dikutip Bolasport.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here