Tottenham Hotspur boleh saja berada di peringkat kedua dan masih tertinggal jauh dari Chelsea di Liga Primer. Namun, mereka boleh berbangga hati karena salah satu pemainnya yang bernama Harry Kane kini berada di puncak klasemen pencetak gol terbanyak, atau nama kerennya top skor.

Kane yang wajahnya mirip Ryan Gosling, pemeran utama film “La La Land” yang baru menang Oscar tapi tidak jadi, memang sangat tajam musim ini. Setajam siletnya Feni Rose di acara infotainment.

Dia mencetak dua gol saat timnya mengalahkan Everton 3-2 dalam lanjutan Liga Primer akhir pekan kemarin. Berkat tambahan dua gol tersebut, Kane sukses menduduki puncak klasemen dengan 19 gol.

Hasil gambar untuk harry kane ryan gosling
Kane yang mirip Ryan Gosling. (Source: TheScore)

Kane membuka kemenangan Tottenham lewat tendangan jarak jauh banget yang tak bisa diantisipasi kiper Everton. Kalau bisa diantisipasi berarti ya tidak gol.

Setelah menerima umpan dari Ben Davies dan melakukan gerakan kece, Kane melepaskan tendangan tanpa lebih dulu mengucapkan salam. Bola meluncur deras meski tak sampai menembus jaring gawang seperti tendangannya Hyuga di film Tsubasa.

Kane pun berselebrasi unik dengan Dele Alli yang tak jelas maknanya apa. Hanya mereka berdua dan Tuhan yang tahu. Untung saja, Kane tidak berdansa seperti apa yang dilakukan Gosling di film La La Land tersebut. Tak kebayang kalau Kane dan Alli berdansa seperti tokoh Sebastian dan Mia Dolan sampai menari-nari lincah di atas kursi.

Kane pun mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kesalahan tak penting dari pemain belakang Everton. Dengan mudah, bola dapat dimasukkan ke dalam gawang.

Bukan hanya ketajamannya yang patut diacungi jempol, tapi kondisi fisiknya yang meski terlihat lamban, tapi ternyata begitu berbahaya. Kane memang punya postur tinggi besar, namun gerakannya tak secepat Edinson Cavani apalagi Andik Vermansyah. Di PES saja speed-nya juga lamban banget sehingga malas dipakai para bocah rental.

Namun, pemain berusia 23 tahun itu berhasil membuktikan bahwa kecepatan bukanlah segalanya bagi striker. Yang terpenting adalah posisi dan kemampuan finishing dengan ganteng maksimal.

Sebagai buktinya, musim 2014/15 Kane mencetak 31 gol di segala kompetisi. Musim berikutnya 28 gol. Musim ini sudah 24 gol dan masih bisa bertambah asal dia punya niat, kemauan, serta perasaan tulus dan ikhlas.

“Saya kira Kane berada dalam kondisi yang bugar karena banyak latihan. Dia memiliki sesi latihan ganda dan sungguh profesional. Sebaliknya kalau cuma makan dan tidur saja, peain pasti akan gendut dan tak bisa berlari seperti saya,” ujar pelatih Mauricio Pochettino, dikutip dari Kompas. 

Main photo credit: Goal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here