Jika striker-striker lain berusaha sekuat tenaga melakukan diving untuk memperdaya wasit demi mendapatkan penalti, tapi tidak dengan Raheem Sterling. Pemain Manchester City itu malah kelewat polos.

Ceritanya saat City berhadapan dengan Tottenham, Sterling mendapatkan peluang emas bercampur intan permata. Apalagi, kedudukan saat itu sama kuat 2-2 dan pertandingan tinggal 13 menitan lagi.

Pemain berusia 22 tahun itu dengan speed kencangnya yang mencapai 90 di PES sukses menerobos pertahanan Tottenham. Saat tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Hugo Lloris, dia mendapat dorongan dari Kyle Walker yang dengan sekuat tenaga mengejar Sterling.

Sterling rupanya tetap ingin mencetak gol meski badannya sudah terdorong. Dia memaksakan kehendak pribadinya untuk menendang yang akhirnya hanya menghasilkan tendangan lembek kayak tape rebus. Lloris dengan mudah menangkap bola tendangan Sterling dengan tangannya.

Sontak, pelatih Pep Guardiola sempat protes kepada wasit yang dibayar itu. City harusnya mendapatkan penalti gara-gara ulah Walker yang tak ada hubungan saudara dengan Paul Walker itu.

Di sisi lain, rekan setim Yaya Toure juga menyayangkan sikap Sterling yang terlampau jujur. Lho, sudah bagus jujur malah disuruh bohong?

Maksud Toure, Sterling sebenarnya bisa saja menjatuhkan diri karena memang mendapat dorongan dari Walker. Akibat memaksakan kehendak pribadi, dia pun gagal mencetak gol.

“Jika dia lebih berpengalaman seperti saya, pasti dia memilih terjatuh dalam situasi tersebut. Harusnya itu yang dilakukan Sterling,” kata Toure, sok mengajarkan.

“Sterling terlalu polos, harusnya dia pintar dalam mengambil keputusan. Tapi bagaimanapun Anda juga tak bisa menyalahkan dia sepenuhnya,” sambungnya.

Sterling memang perlu banyak belajar soal diving. Dia bisa ambil mata kuliah khusus teknik diving jika mau. Ada banyak tenaga pengajar yang bisa mengajarinya. Kalau mau yang profesional banget bisa pilih Filippo Inzaghi. Kalau mau yang sudah menjadi guru besar, bisa pilih Juergen Klinsmann.

Kedua pemain tersebut memang dicap sebagai raja diving. Tipikal pemain yang belum disenggol saja sudah jatuh sendiri.

Jika keduanya sibuk, bisa minta tolong Arjen Robben, Neymar, Luis Suarez, Cristiano Ronaldo, sampai Sergio Busquets. Namun nama-nama tersebut statusnya masih asisten dosen (asdos) karena belum lulus dari sepak bola.

Main photo credit: Sportal.co.nz, BetHut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here