Danny Rose mulai merasa insecure dengan kinerja klubnya, Tottenham Hotspur. Berstatus sebagai runner up Liga Primer musim lalu, Tottenham masih belum juga membeli pemain satu pun. Padahal, klub-klub tetangga sudah pada heboh memamerkan pemain barunya.

Ya, di saat Chelsea, Manchester City, Manchester United, dan Arsenal asyik memamerkan gandengan barunya, Tottenham tenang-tenang saja. Seolah sudah pasrah jadi jomblo pada setiap malam minggu.

Duit mereka masih utuh karena memang belum dipakai buat jajan sama sekali. Alias belum mendatangkan satu pemain pun. Padahal, Spurs sudah kehilangan Kyle Walker, Federico Fazio, dan Clinton N’Jie.

Duit masih banyak, bukannya bergegas cari pemain, Tottenham santai-santai saja. Bahkan rumor-rumor cantik pun tak tampak di hidung media. Saat Kieran Trippier mengalami cedera saat melawan Juventus di laga coba-coba, barulah mereka bergerak. Joao Cancelo jadi incaran, tapi statusnya masih gebetan. Belum benar-benar menawar secara resmi.

Inilah yang dkhawatirkan Rose, yang namanya mirip dengan kakaknya Upin-Ipin. Meski sudah diyakinkan oleh klub bahwa mereka akan mendapatkan pemain sebelum bursa transfer ditutup, tetap saja si Rose tak percaya.

Pemain berusia 27 tahun itu pesimistis Tottenham bakal mendatangkan pemain kelas dunia jika melihat gelagatnya seperti ini. Yang terlihat malah Spurs hanya mengandalkan pemain-pemain default saja, alias pemain-pemain yang sudah ada sejak musim lalu.

Kalaupun mendatangkan pemain, dia tak yakin bisa datang pemain terkenal mengingat waktu yang sudah mepet. Apalagi, musim sudah mau dimulai dan sang pemain tentu butuh waktu lagi buat beradaptasi.

“Saya memang tak mau klub membeli 10 pemain. Tapi saya berharap klub membeli dua atau tiga pemain dan kami tak perlu membuka Google untuk mengetahui identitasnya,” ucap Rose, sok-sokan bercanda.

Memang kocak jika apa yang diungkapkan Rose benar kejadian. Bayangkan, mereka yang berstatus pemain bola harus membuka Google, Wikipedia, sampai Youtube untuk stalker calon rekan setimnya.

 

“Intinya, saya ingin membeli pemain mahal atau setidaknya pemain yang benar-benar dibutuhkan. Kami memang finis lebih baik dari sebelumnya, tapi kami tak punya kedalaman skuat,” sambung Rose, kali ini sok tegas.

Memang betul, saat tim lain memiliki sekitar 25 pemain, Tottenham hanya punya 21 pemain saja. Kurus kering kayak Denny Cagur waktu masih baru terkenal. Kiper saja mereka cuma punya dua, Hugo Lloris dan Michel Vorm. Idealnya, dalam satu skuat terdapat tiga buah kiper.

Terserah lah, mungkin memang Tottenham mau mengandalkan pemain-pemain default-nya itu. Kalau perlu, panggil Miranda, Castolo, Ximenes, Espinas, Ivanov, sampai Stromer yang suka ada di Master League.

Main photo: cartilagefreecaptain.sbnation.com 

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here