Entah apa yang ada di pikiran pemain Tottenham Hotspur, serta pelatihnya. Mereka sudah unggul 2-0 di leg pertama lawan tim yang bukan unggulan dari Kroasia, Dinamo Zagreb, kok ya bisa-bisanya di-comeback.

Spurs padahal cuma butuh hasil seri saja 0-0, sudah cukup buat mereka untuk melenggang ke perempat final. Atau minimal kalah 0-1 deh. Namun yang ada malah kalahnya 0-3. Benar-benar payah sekali, Yang Mulia.

Di babak pertama, Spurs memang mendominasi dan banyak menyerang. Namun tak ada gol tercipta dari kedua belah pihak. Di babak kedua sampai berjalan 17 menitan, masih tetap 0-0.

Tahu-tahu sebuah tendangan cantik melengkung gemas seperti wajah Anya Geraldine, bisa masuk ke gawang Hugo Lloris. Yang menendang itu namanya Mislav Orsic, pemain yang tidak terkenal, terutama di kalangan abang-abang tukang bakso.

Bukannya bertahan dengan giat, Spurs makin hilang fokus. Di menit ke-82, mereka kebobolan lagi lewat kaki Orsic. Orsic cukup terbuka dalam menendang bola ke tengah gawang Lloris yang cuma pasrah.

Keunggulan 2-0 membuat skor agregat menjadi 2-2 dan dilanjutkan babak ekstra. Nah di babak ekstra, Zagreb mencetak gol lagi lewat Orsic.

Orsic ini benar-benar jadi momok banget buat Spurs. Biasanya yang model begini suka disikat klub-klub besar Eropa. Jago sedikt, langsung dibeli.

Sebuah tendangan cantik lagi dari Orsic dari luar kotak penalti berhasil bersarang di gawang Lloris tanpa basa-basi. Di situlah Spurs merasa sedih. Tak mampu membalas satu gol pun.

Padahal, Zagreb berstatus tim underdog, yang kualitas materi pemainnya jauh di bawah pemain Spurs. Apalagi, pelatihnya juga sedang dipenjara akibat korupsi.

Jago juga itu pelatih yang namanya Zoran Mamic. Meski dari penjara tetap bisa memberi instruksi pakai telepati kepada asisten manajernya.

“Ini memalukan. Saya harap semua orang di ruang ganti merasa bertanggungjawab untuk situasi ini,” ujar Lloris, dikutip Bolasport.

“Apa lagi yang saya bisa katakan? Berbicara sejak laga pada Minggu (saat kalah dari Arsenal), ini bukan waktu yang tepat.”

“Hanya kekalahan kali ini lebih dari menyakitkan dan kami bertanggungjawab atas itu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here