Spanyol hampir saja menelan kekalahan di depan warganya sendiri saat menjamu Kolombia di partai coba-coba. “La Furia Roja” harus memaksakan diri untuk kembali bermain imbang 2-2 pada laga coba-coba kedua kalinya berturut-turut.

Spanyol unggul lebih dulu lewat kaki David Silva pada menit ke-22 usai memanfaatkan umpan membelah lautan dari Pedro Rodriguez. Tendangannya sempat ditepis David Ospina, namun bola tetap ngeyel untuk masuk ke gawangnya.

Ospina yang gelagapan kayak orang tenggelam tak mampu menggapai bolanya kembali. Tangannya masih kurang panjang untuk menahan laju bola yang rada nakal itu.

Hanya selang 18 menitan, giliran Kolombia yang gantian mencetak gol. Edwin Cardona mampu memanfaatkan salah persepsi antara Gerard Pique, Cesar Azpilicueta, dan Pepe Reina.

Maksud hati membiarkan bola supaya ditangkap Reina atau dikuasai Azpilicueta, ternyata malah diserobot Cardona. Entah bagaimana mereka bisa miskom padahal zaman sekarang sudah serba digital. A

da aplikasi yang bernama What’s App bisa membantu mereka berkomunikasi lebih intens. Mungkin Pique kebanyakan nyinyir di media sosial, makanya lupa kalau ada grup What’s App.

Di babak kedua, Kolombia malah unggul jadi 2-1 setelah Radamel Falcao mencetak gol lewat sundulan kepala. Namanya sundulan pasti lewat kepala. Kalau menendang biasanya pakai kaki.

Striker Monaco itu sekaligus mengukuhkan diri sebagai pemain tersubur bagi tim nasional Kolombia dengan 26 gol. Mengalahkan Arnoldo Iguaran, pemain yang belum tentu dikenal anak milenial zaman sekarang.

Beruntung, Spanyol punya Alvaro Morata sang super sub. Bermain sebagai pemain pengganti tak membuatnya canggung seperti saat baru ketemu mantan pertama kali.

Dia sudah biasa di Real Madrid seperti itu. Kali ini dia tunjukkan lagi bersama Spanyol dan membuat gol penyeimbang pada menit ke-87. Sundulan kepalanya sukses melewati Ospina yang lagi-lagi tangannya masih kurang panjang.

Gol Morata akhirnya memaksa pertandingan harus imbang 2-2. Meski terpaksa, tapi Kolombia harus menerima takdirnya itu. Mungkin bermain imbang sudah rezeki paling maksimal.

Ini kedua kalinya berturut-turut Spanyol main imbang 2-2 di laga persahabatan. Sebelumnya mereka seri 2-2 saat melawan Inggris, tujuh purnama lalu. Ini juga pertama kalinya mereka kebobolan dua gol di kandang setelah terakhir kali dirasakan melawan Pantai Gading 3-2, pada 2006.

Meski hasilnya kurang bagus-bagus amat, tapi pelatih Julen Lopetegui tetap puas dengan permainan anak asuhannya. Silva dkk menunjukkan sikap tak pantang menyerah seperti saat perang kemerdekaan.

“Ini laga yang sulit. Saya merasa kami mampu mengontrol permainan babak pertama dan memiliki beberapa peluang ketika tertinggal 1-2 di babak kedua. Kami harus mengejar permainan dan tim ini tidak pernah berhenti percaya,” ujarnya.

Main photo: Twitter (@UEFAEURO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here