Pelatih anyar Inter, Luciano Spalletti, berjanji akan mengubah mental lemah tim barunya. Dia ingin agar Mauro Icardi dan kawan-kawan bisa bermain lebih mantap jiwa ketimbang musim ini yang mentalnya seperti mental tempe.

Inter memang hancur lebur bagai remahan rempeyek yang ada di kaleng Khong Guan saat lebaran. Pelatih digonta-ganti mulai dari Frank de Boer, Stefano Pioli, sampai Stefano Vecchi tetap saja memble. Belum saja Inter merekrut Benny Dollo atau Djadjang Nurdjaman biar sekalian terbenam.

Usut punya usut, Spalletti ceritanya sudah menemukan masalahnya. Kini dia fokus mencari solusi dari masalah tersebut. Apa masalahnya? Yakni hanya masalah mental.

Inilah yang bakal dibenahi pelatih botak akibat pembalakan liar itu. Dia bakal mengubah metode kerja serta memberikan kepercayaan diri kepada timnya.

“Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat metode kerja dan membangun keyakinan. Inter ini adalah tim, bukan sebagai individu. Pemain-pemain ini berkualitas tapi mereka tak bekerja secara kolektif. Mereka tak boleh lagi berpikir ‘saya Candreva atau saya Murillo’. Tapi harusnya ‘saya adalah Inter’,” ujar Spalletti di Football Italia. 

Mantannya Roma itu kemudian mengisahkan pengalamannya melatih tim-tim terdahulu. Ya tentu saja Roma tanpa Irama yang jadi acuannya. Dia merasa bisa sukses menerapkan konsep pelatihan mental tersebut.

“Sama seperti Roma dan klub lain yang pernah saya latih. Saya ingin pendekatan yang sama. Inilah satu-satunya cara untuk menciptakan simbiosis yang tepat yang melibatkan semua orang. Itu termasuk para staf, yang harus bahagia jika Inter menang dan memberikan semuanya agar pemain bermain dengan baik,” sambungnya, sok tahu.

Kalau masih memble juga mentalnya, mungkin baiknya dibawah ke markas TNI di Cilodong. Supaya yang dilatih tak cuma fisik, tapi mental disiplin ala tentara biar makin kuat, gagah berani, tak kenal kata menyerah.

Main photo: Nerrazzuri Ale

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here