Bukannya menyiapkan mental sebaik mungkin jelang melawan Juventus di semifinal Liga Champions, Monaco malah memble saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG). Tim asuhan Leonardo Jardim itu malah dijadikan telur ceplok oleh PSG dengan skor 0-5 di semifinal Coupe de France.

Rupanya, Jardim sok-sokan bereksperimen pada laga itu. Alih-alih mengistirahatkan para pemainnya dan memberi kesempatan pemain yang lebih junior, mereka malah kebantai oleh PSG.

Tak ada nama Kylian Mbappe yang lagi fenomenal namanya, Danijel Subasic, Fabinho, Tiemoue Bakayoko, Thomas Lemar, Radamel Falcao, sampai Benjamin Mendy yang namanya mirip perempuan. Mereka saja masih muda, tapi ini memasang pemain yang lebih junior lagi.

Sebut saja Kevin N’Doram, Dylan Beaulieu, Yhoan Andzouana, Tristan Muyumba, Safwan Mbae, sampai Irvin Cardona. Nama-nama itu memang tak pernah kita dengar sebelumnya, bahkan di akun Lambe Turah sekalipun.

Alhasil Monaco mainnya tak seperti biasanya. Kalau biasanya bisa main menyerang sampai membuat banyak gol. Tapi kali ini kayak ayam sayur, cuma melongo saja Edinson Cavani dan kawan-kawan bermain di kotak penalti mereka. Mungkin karena belum pada gajian karena biasanya gajian tanggal 28.

PSG mengawali harinya yang syahdu itu lewat Julian Draxler usai memanfaatkan umpan Edinson Cavani yang sebelumnya ditangkap kurang sempurna oleh Morgan de Sanctis.

Cavani menambah gol usai menerima umpan membelah jiwa dari Angel Di Maria lewat sundulan kepala dengan rambut gondrong nanggungnya. Babak kedua bukannya taubat, Monaco malah bunuh diri lewat Safwan Mbae.

Kemudian berturut-turut PSG mencetak gol keempat dan kelima melalui Blaise Matuidi dan Marquinhos. Skor 5-0 tercatat di papan skor dengan tegas dan nyata seperti alis yang tergambar sempurna.

Meski kalah telak, telak banget malahan, Jardim tetap membela anak asuhannya. Sejatinya dia tidak memedulikan hasilnya. Memang sudah menjadi risiko kalau memainkan pemain-pemain junior makanya dia rela melepas gelar Coupe de France, tak terlalu ‘ngoyo’ mengejar gelar tersebut.

Dia juga tak bermaksud meledek PSG yang memasang kekuatan penuh. Tapi murni ingin memberikan pengalaman kepada pemain junior yang jarang-jarang punya kesempatan main macam itu.

“Tidak mudah datang dan main di Paris dengan tim muda seperti ini. Tapi itu adalah pengalaman yang baik buat mereka. Penekanan pemain muda adalah bagian dari proyek Monaco, hasil nomor dua. Sekarang kami bisa fokus lagi ke Toulouse di Ligue 1,” ujarnya, sok.

Main photo credit: Izlesene

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here