Pamer skill boleh-boleh saja kalau lagi kasih training buat anak-anak SSB atau minimal lagi lawan klub-klub yang ada di bawahnya. Tapi jika lawan tim sekelas Paris Saint-Germain (PSG), tentu sebuah penghinaan. Itulah yang dialami Mario Balotelli.

Siapa yang tak kenal Balotelli, pemain tengil yang selalu punya banyak aksi memukau dalam tanda kutip. Ketika timnya, Nice, sudah unggul 2-0 lewat golnya dan rekannya, Ricardo Pereira, Balotelli malah sok-sokan pamer skill. 

Aksi sotoy-nya itu dilakukan di sisi kanan pertahanan PSG, dia memperlihatkannya di depan bek bernama Thomas Meunier. Seperti biasa, bola diutak-atiknya meski tak berjalan ke mana-mana.

Meunier tampak berhati-hati, mungkin sambil bergumam, “Sotoy amat nih, anak..”. Balotelli memang sepertinya cuma mau pamer saja karena tidak ada gestur ingin melewati Meunier. Bola malah digiringnya ke arah pojok pertahanan.

Beda ketika golnya ke gawang PSG di babak pertama. Aksi individunya mampu melewati dua pemain PSG sebelum melepaskan tendangan keren ke gawang Kevin Trapp.

Namun tiba-tiba, Blaise Matuidi datang dari antah berantah menyeruduk Balotelli bak pegulat-pegulat WWE. Sontak keduanya tersungkur, wasit pun langsung meniupkan peluit tanda pelanggaran.

Matuidi mungkin kesal, timnya lagi tertinggal kemudian Balotelli yang sama-sama berkulit hitam doff itu malah pamer skill. Tak ada ampun bagi Matuidi, jangan coba-coba mau pamer jika lawannya adalah PSG.

Dalam laga itu, PSG harus mengakui keunggulan Balotelli dan kawan-kawan dengan skor 1-3. Warga Paris harus bermain dengan sembilan orang ketika Thiago Motta dan Angel Di Maria diusir oleh pihak yang berwajib.

Main photo credit: Indosport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here