Zinedine Zidane tak hanya pandai bermain bola dan menanduk orang, pria berkepala plontos itu ternyata mahir dalam melatih dan mengelola sebuah tim. Terbukti dari kesuksesannya menangani Real Madrid saat ini.

Zidane dipercaya menggantikan Rafa Benitez persis bulan Januari tahun lalu, meski tak tahu pasti pada menit dan detik keberapa Benitez benar-benar ditendang pantatnya oleh Madrid.

Hanya dalam waktu singkat, Zidane sukses mengantarkan Madrid menjadi juara Liga Champions dan pada musim ini nongkrong di puncak klasemen tanpa kekalahan. Mantap.

Salah satu indikator kesuksesan Zidane dibanding Benitez adalah bagaimana dia mampu memaksimalkan kemampuan sang Megazord, Cristiano Ronaldo. Mantan pemain Juventus dan Madrid itu tahu betul siapa Ronaldo, bahkan mungkin sampai tahu ukuran celana kolor-nya.

Mantan rekan sejawat Zidane, Bixente Lizarazu, menilai bahwa Zidane tahu bagaimana menangani Ronaldo dan rekan-rekannya. Tak seperti Benitez yang kebanyakan kritik tanpa solusi, kaya pejabat berperut gendut yang cuma asal omong doang tanpa tahu data dan fakta di lapangan.

Menurutnya, Zidane dianggap sosok yang hangat kepada setiap orang. Hangat di sini bukannya dia sering bawa korek ke mana-mana, melainkan ramah kepada setiap orang.

“Dia tak perlu berbicara banyak kepada pemainnya karena dia mampu berkomunikasi dengan baik melalui kakinya. Saya melihat dia menemukan caranya berkomunikasi dengan baik kepada para pemain, bahkan kepada media sekalipun,” ujarnya dalam situs FIFA.

Yang membedakan tentu saja pengalaman Zidane sebagai pemain kelas dunia. Sebagai pemain, kemampuan Zidane tak perlu diragukan lagi. Jika kita main Master League di Winning Eleven 4 zamannya PS1, dia hampir selalu kita beli untuk gantikan posisi Miranda.

Image result for Master league WE 4
Skuat Master League di PS1, Zidane kerap mengisi posisi Miranda. (Playbuzz)

Dia mampu menunjukkannya langsung skill-skill monster yang dia punya kepada para pemain. Itulah mengapa, anak asuhannya itu lebih percaya. Secara mental lebih senang dilatih mantan pemain kelas dunia.

Dalam menangani Ronaldo pun, Zidane juga bisa menanganinya dengan baik. Memang, secaara statistik tak beda jauh. Jika di zaman Benitez, Ronaldo mampu melesakkan 25 gol dari 24 pertandingan, sama dengan zaman Zidane, dia mampu mencetak 43 gol dari 44 penampilan.

Namun, terlihat sekali Ronaldo kurang nyaman saat berada di bawah kepemimpinan Benitez. Bahkan kerap terlihat egonya terutama saat dianggap suka tak mau memberikan umpan kepada Gareth Bale.

Zidane juga sempat bersitegang saat Ronaldo marah-marah ditarik keluar lapangan ketika melawan Las Palmas. Tapi, momen itu cepat diperbaiki oleh pria yang menanduk K.O Marco Materazzi itu.

“Saya bisa melihat seberapa pintar Zidane menangani Ronaldo, tidak seperti Rafael Benitez yang mengkritik dia ketika datang,” tambah pria yang sekarang sudah punya ilmu bela diri Jiu-Jitsu itu.

Main photo credit: Sky Sports

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here