Serie A akhirnya merasakan betapa dahsyatnya ke-Lord-an Chris Smalling. Tadi malam, Smalling menunjukan kekuatannya saat membantu AS Roma meraih kemenangan 3-0 atas tim juru kunci, Brescia.

Premier League mungkin memang belum siap untuk menerima keberadaan seorang Lord sepak bola bernama Smalling. Bek tengah yang dari kecil sudah jago bicara dalam bahasa Inggris meski tidak les di LIA itu akhirnya dipinjamkan oleh Manchester United ke Roma sejak awal musim lalu.

Ternyata di Serie A,  Smalling mampu tampil impresif selama berseragam tim “Serigala Ibukota”. Salah satu penampilan terbaiknya adalah tadi malam ketika ia mencetak satu gol serta dua assist alias terlibat di ketiga gol Roma.

Padahal posisinya sendiri adalah seorang bek. Mirip sekali dengan pemain editan di Winning Eleven. Tinggi dua meter, skill mentok di angka 19 semua. Bek tapi rasa Cristiano Ronaldo.

Berkat ke-Lord-an seorang Smalling, kini Roma menembus posisi empat besar klasemen sementara dengan 25 poin. Namun posisi mereka bisa tergusur apabila Cagliari berhasil meraih kemenangan atas Lecce.

Roma yang mendapat beberapa tekanan selama babak pertama akhirnya mampu mencetak gol di awal babak kedua.

Bermula dari sepak pojok, umpan Lorenzo Pellegrini berhasil disundul Smalling. Bukan sundulan biasa, tapi membentur bek Brescia terlebih dahulu membuat kiper bingung akan arah bola. Sudah pasti ia sengaja seperti itu. Skor 1-0 untuk Roma.

Hanya berselang delapan menit, Smalling mencetak assist untuk gol Gianluca Mancini. Umpan dari lini belakang disundul Smalling yang rambutnya bergaya gimbal-gimbal kecil. Bola lantas diteruskan Mancini yang berujung gol kedua Roma.

Smalling menutup ke-Lord-an dirinya di laga itu dengan satu assist kepada Edin Dzeko yang kembali melalui sundulannya. Bahaya sekali kepala Smalling ini. Baru pakai kepala saja sudah begitu. Bagaimana kalau pakai kaki apalagi tulang iga, atau tulang punggung keluarga.

Hingga laga usai, skor 3-0 bertahan untuk keunggulan Roma atas Brescia.

Meski menang telak, Paulo Fonseca mengatakan bahwa dirinya cukup frustasi atas performa timnya.

“Pendekatan saya itu tergantung pada situasi. Beberapa kali saya marah di ruang ganti, di kesempatan lainnya saya dengan kalem menjelaskan ke para pemain baik secara kolektif dan individu, apa yang perlu mereka lakukan,” ujarnya dikutip dari Detik.

“Kami perlu memperbaiki setiap area. Benar bahwa kami menang 3-0 hari ini dan mencetak gol dari bola-bola mati, tapi kami punya situasi-situasi lain di mana kami seharusnya mendapatkan lebih banyak gol,” imbuhnya.

https://twitter.com/ODDSbible/status/1198628529526714368?s=20

Main photo: @sporf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here