Real Madrid sukses mendapatkan bekal enak di leg pertama perempat final Liga Champions. Meski mainnya di negara orang, mereka tidak takut untuk bikin malu yang punya negara. Madrid berhasil mengalahkan Bayern Muenchen 2-1 di Allianz Arena.

Madrid tertinggal lebih dulu lewat gol Arturo Vidal di babak pertama. Vidal memanfaatkan umpan tendangan korner yang biasa dilakukan dari pojok. Dengan lompatan aduhai, pemain asal Cile itu menyundul bola dengan kepalanya. Namanya menyundul memang biasanya pakai kepala.

Bayern sebenarnya mendapat peluang untuk bikin gol lagi. Sayang penalti Vidal yang merupakan peluang berlian yang sangat berharga itu malah disia-siakannya. Tendangannya melambung tinggi menyaingi pesawat tanpa awak, drone.

Padahal, kalau saja penalti itu sukses, mungkin skornya berbeda dari skor yang didapat sekarang. Bisa saja Bayern menang 2-0, 3-0, 5-2, 8-5, atau bahkan 13-8. Semua bisa terjadi kalau Tuhan mengizinkan.

Sayang, Madrid malah menyamakan kedudukan di babak kedua. Sang super bintang yang rambutnya paling kece sedunia, Cristiano Ronaldo, berhasil membobol gawang Manuel Neuer dengan sentuhan lembutnya.

Skor 1-1 bikin pertandingan jadi sama kuat, tak ada yang mau mengalah. Sampai akhirnya, pertandingan mulai tak imbang setelah Javi Martinez diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua. Ronaldo setelah itu bikin gol kemenangan buat Madrid.

Umpan silang membelah sungai Kapuas dari Marco Asensio mampu dicocor oleh Ronaldo. Bola cocorannya itu masuk ke kolongnya Neuer, padahal paha dan pantatnya sudah semok. Tapi tetap saja, kalau Tuhan mengizinkan gol, maka terjadilah.

Gol tersebut menggenapi gol ke-100 di kompetisi Eropa. Dia lah orang pertama yang berhasil melakukan ekspedisi itu.

Kemenangan ini juga langsung menuai pujian. Terutama dari pelatihnya sendiri. Rada narsis juga, tapi Madrid memang layak dapat applause.

Pasalnya, mereka bermain di negara orang, apalagi mainnya lawan Bayern Muenchen. Beda kalau lawannya Persijap Jepara atau Arema Malang.

“Tidak mudah menang di sini. Namun berkat kesabaran dan keuletan memenangkan bola, ditambah keunggulan pemain membuat segalanya jadi mudah,” ujar Zidane.

Pelatih berkepala botak itu turut memuji penampilan Neuer yang mementahkan beberapa peluang keren dari Madrid. Tapi, dengan antisipasi keren pula, bahkan ada yang cuma ditepis pakai satu tangan, bikin Karim Benzema pada gigit jarinya sendiri.

“Kami sedikit kecewa banyak peluang di babak kedua. Kami menghadapi seorang penjaga gawang yang juga merupakan sebuah tembok. Masih ada pertemuan kedua dan kami harus waspada,” tambahnya.

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here