Juventus menutup musim di Seri A dengan kemenangan cukup dramatis. Seindah sinetron-sinetron Indonesia pada umumnya, di mana ending-nya hampir selalu bahagia meski awalnya sempat kesusahan.

Juve juga demikian. Bertandang ke markas Bologna, “La Vecchia Signora” sempat kesulitan menghadapi yang punya rumah kontrakan. Memang, Juve menyimpan beberapa pemain supernya di laga ini untuk keperluan final Liga Champions musim depan.

Sami Khedira dan Claudio Marchisio pun hanya bermain sekitar satu jam saja. Yang spesial, kiper ketiga Juve yang berdarah Indonesia bahkan lahir di Mataram, Emil Audero Mulyadi, dijadikan starter oleh Massimilliano Allegri sekaligus jadi laga debutnya di Seri A.

Audero sengaja dipasang biar merasakan aroma-aroma sedap Seri A yang penuh intrik, tapi selalu bikin kangen. Hasilnya tak terlalu mengecewakan meski sempat kebobolan duluan.

Bologna memang sepertinya rada nafsu melihat Juve menurunkan kiper ketiga. Beberapa rada maksa buat cetak gol dari jarak jauh. Sok-sokan mau ngetes sepertinya.

Sampai akhirnya usaha mereka membuahkan hasil. Saphir Taider mencetak gol dari luar kotak penalti yang super keren. Tendangan melengkungnya itu gagal dijangkau Audero yang sudah berusaha melompat sekuat tenaga meski tak sampai pipis di celana.

Gol tersebut sebenarnya bukan salah Audero juga. Gianluigi Buffon sampa Lev Yashin pun belum tentu bisa mengantisipasi bola melengkung seperti pakai remote itu.

Tapi begitulah rasanya, kalau di level dunia bakal sering menemukan tendangan-tendangan semacam itu. Beda sama di Indonesia, sekali tendang langsung mengangkasa mengenai burung.

Tertinggal 0-1 bikin Allegri ogah menutup musim dengan kekalahan. Dia langsung memasukkan pemain-pemain super macam Mario Mandzukic, Miralem Pjanic, dan satu calon pemain super, Moise Kean yang masih ABG dan baru dapat KTP.

Masuknya ketiga pemain itu membawa perubahan. Pjanic mampu melakukan set up gol penyeimbang Juve yang dilakukan Paulo Dybala. Tanpa ampun membobol gawang Bologna usai menerima muntahannya Gonzalo Higuain.

Pertandingan masuk menit ke-93 yang sepertinya bakal berlangsung imbang. Namun ternyata tidak. Tendangan bebas Pjanic mampu disundul dengan baik oleh Kean sehingga meluncur ke gawang Bologna tanpa kata-kata.

Juve menang dramatis seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Jagoan memang kalah duluan. Juve memang sudah sering merasakan hal semacam ini. Tapi tidak bagi Audero dan Kean yang baru pertama kali merasakannya.

Terutama Audero yang sangat girang bisa mewujudkan mimpi masa kecilnya itu. Jarang-jarang ada orang Indonesia bisa main di klub sebesar Juventus. Sebelumnya sudah ada Radja Nainggolan, cowok berdarah batak yang sudah merumput bersama Cagliari dan Roma.

“Saya sangat gembira setelah melakukan debut dengan bermain penuh. Saya tak bisa menggambarkan dengan kata-kata apa yang saya rasakan. Saya selalu ingat ucapan Giorgio Chiellini sebelum pertandingan, yakni nikmati saja sepenuhnya,” ucap Audero dalam bahasa Italia. Kalau Indonesia, wartawannya belum tentu paham.

Audero memang sudah memutuskan memilih tim nasional Italia ketimbang Indonesia. Keputusannya memang wajar mengingat dari kecil dia sudah berada di Italia. Bahkan bahasa Indonesianya pun terbata-bata.

Apalagi, pemain berusia 20 tahun itu sudah gabung Juventus sejak 2008. Saat usianya masih 11 tahunan. Usaha kerasnya akhirnya membuahkan hasil, dapat membela tim jagoannya di Seri A.

“Saya besar di sini. Sekarang saya sudah sembilan tahun di klub ini. Budaya Juventus dan kerja keras ala mereka sudah menjadi bagian saya,” sambung Audero dikutip Liputan 6.

https://twitter.com/juventusfc/status/868542376582709250

Hal yang sama juga diutarakan Kean, yang jadi pencetak gol kelahiran tahun 2000 pertama di Seri A. Pada usianya yang ke-17, pemain berkulit gelap itu sudah mencetak gol di Seri A. Sementara kita pada usia 17 tahun masih deg-degan nonton Sora Aoi, Tina Yuzuki, dan Ameri Ichinose.

“Saya sangat senang dengan gol ini dan juga merasa beruntung. Ini adalah mimpi dari setiap pemain berusia 17 tahun, untuk mencetak gol dengan memakai seragam klub besar seperti Juve. Saya dedikasikan gol ini untuk keluarga saya, khususnya Ibu saya. Saya pikir dia bahkan tidak akan percaya saya telah mencetak gol!” ucapnya, kegirangan.

Allegri pun turut mengucapkan selamat kepada kedua pemain itu. Yang satu debut pertama, yang satu cetak gol pertama. “Saya ucapkan selamat buat tim ini. Saya senang kepada semua pemain terutama Kean dan Audero,” ucapnya.

Main photo: Twitter (@juventusfc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here