Pemain mungil yang kayak bocah SD, N’Golo Kante, kembali mendapatkan penghargaan individu. Kali ini terpilih sebagai pemain pilihan musim ini alias Player of The Year versi para pemain Chelsea.

Kante memang dianggap sebagai salah satu pemain yang punya kontribusi besar terhadap performa “The Blues” musim ini. Perannya di lini tengah bikin Chelsea makin kuat. Apalagi ditandem dengan Nemanja Matic.

Kalau main PES 2017 saja berasa bedanya. Berasa lebih kuat, gampang buat merebut bola karena mereka berdua. Meski posturnya terbilang kecil, mana hitam pula, bawaannya tiap menonton Chelsea mau ketawa. Bahkan sepertinya lebih cocok main Tuyul dan Mbak Yul ketimbang pemain bola.

Namun, ternyata permainannya sungguh menggelora dan daya jelajahnya sangat luar biasa. Dia ada di mana-mana, seperti driver GO-JEK. Baru jalan ke depan sudah ketemu dia lagi.

Dia disebut-sebut sebagai penerus Claude Makelele, gelandang pengangkut air yang pernah dimiliki Chelsea sebelumnya. Tipikal mainnya sama, sama-sama berkulit hitam juga. Pokoknya sama.

Sekadar mengungkapkan fakta, Leicester bersama Kante mampu menjelma jadi tim kompak nan kokoh bahkan menjuarai Liga Primer tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan tim-tim lainnya.

Ketika pemain Prancis itu pindah, Leicester langsung lembek kayak biji salak di pinggir-pinggir jalan ketika bulan Ramadhan. Sebaliknya, Chelsea malah kuat dan gantian mereka yang jadi juaranya. Semua berkat Kante? Bisa dibilang salah satunya demikian.

Jika dilihat berdasarkan statistik yang dikeluarkan Transfermarkt, Kante bermain 35 pertandingan. Artinya hanya ada tiga pertandingan dia absen.

Dari 35 pertandingan itu, dia selalu jadi starter dan hanya satu kali dia tidak bermain penuh. Sebanyak 34 pertandingan lainnya selalu tampil 90 menit. Maklum, paru-parunya ini macam anak pantai. Mampu tahan nafas begitu lama dan menyelam hingga kedalaman sekian meter.

https://twitter.com/GeniusFootball/status/866921663534911488

Ternyata bukan hanya itu saja yang jadi pertimbangan teman-teman sepermainannya. Kante juga dikenal sebagai sosok yang ramah baik di lapangan dan luar lapangan. Rajin menabung, suka membantu nenek menyeberang, gemar menyiram tanaman, pandai di kelasnya, sampai mampu menggaruk punggungnya sendiri.

Penghargaan itu tak diserahkan dalam malam penghargaan yang berlangsung di Battersea Evolution, London, Minggu (28/5/2017). Tapi di pusat latihan Chelsea, Cobham. David Luiz dan Kurt Zouma mendatangi ruang ganti dan menyerahkan gelar itu kepada Kante.

“Kami sudah banyak menghabiskan waktu bersama. Kami menang dan kalah bersama-sama. Dipilih pemain-pemain lain adalah sesuatu spesial. Saya menjalani musim yang sangat bagus di sini,” ucap pemain berusia 26 tahun itu.

Bagi Kante, ini adalah penghargaan pemain terbaik yang keempat pada musim ini. Sebelumnya, dia mendapatkan trofi Premier League Player of the Season, PFA Players’ Player of the Year, dan FWA Footballer of the Year. Sayang, dia sama sekali belum pernah meraih gelar pemain terbaik Asia, atau bahkan Indonesia. Payah sekali.

Main photo: Premierleague

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here