Bek kawakan yang namanya mirip merek beras, Sergio Ramos, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Real Madrid. Dia tidak mau memperpanjang kontrak sehingga bakal pergi dengan status bebas transfer.

Ramos memang menuntut kontrak baru dengan durasi 2 tahun untuk bertahan di Santiago Bernabeu. Namun, hal itu ditolak mentah-mentah oleh presiden Madrid, Florentino Perez.

Perez tidak mau menuruti keinginan Ramos karena kebijakannya yang hanya memberikan kontrak anyar berdurasi 1 tahun bagi pemain berusia di atas 30 tahun.

Apalagi, Ramos sudah kebanyakan magabut pada musim terakhirnya di Madrid. Dia kebanyakan cedera sampai-sampai tidak bisa ikutan Euro 2020.

Akhirnya, Ramos memilih untuk mengakhiri percintaannya bersama Madrid yang telah dijalin selama 16 tahun. Selama 16 musim, Ramos menghasilkan 22 trofi, empat di antaranya trofi Liga Champions.

“Ini adalah momen tersulit dalam hidup saya. Saya tidak pernah membayangkan pergi dari Real Madrid. Madrid selalu ada dalam hati saya. Terima kasih atas segalanya,” ujar Ramos, sedih.

Kalau ditanya gol, tak usah ragu. Ramos sepertinya bek tersubur di Spanyol padahal statusnya seorang bek tengah. Namun kepiawaiannya menyundul bola pada bola-bola mati sangat membantu Madrid memenangkan kejuaraan. Yang paling diingat tentu saja golnya ke gawang Atletico Madrid. Sudah pasti tahu kan golnya yang mana.

Berhubung kini berstatus bebas transfer, Ramos begitu bebas memilih labuhan barunya. Bisa PSG, duo Manchester, Juventus, sampai timnya Atta Halilintar yakni AHHA PS Pati FC juga boleh. Bisa-bisa saja gabung ke sana, bebas, asal mampu bayar dan Ramosnya juga mau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here