Padahal sepanjang laga Liverpool sejatinya sangat mendominasi. Maklum, bermain di Anfield memang angker katanya. Belum saja dijadikan tempat untuk shooting Dunia Lain bersama Harry Pantja.

Sepanjang laga, tim asuhan Jurgen Klopp mampu membuat 15 peluang dengan lima kali yang tepat sasaran. Tapi hanya satu yang berbuah gol.

Beda dengan Napoli yang sepanjang laga bahkan hanya membuat satu shot on target dari empat kesempatan. Tapi dari satu tendangan tepat sasaran itu berbuah gol. Bahaya sekali sebenarnya.

Menendang tepat sasaran satu kali saja bisa gol, apalagi kalau mereka membuat 352 tendangan tepat sasaran. Bisa sampai robek mungkin jala gawang Liverpool.

Hasil imbang ini membuat tiket untuk ke babak 16 besar masih terbuka lebar bagi ketiga tim yaitu Liverpool dengan 10 poin, Napoli (9), serta Red Bull Salzburg (7).

Dua dari tiga tim tersebut masih mungkin bisa lolos, tergantung dari hasil laga terakhir nanti.

Cuma Genk saja yang tidak diajak dalam perburuan satu tiket ke babak selanjutnya. Benar-benar macam anak bawang dia. Sendiri saja di dasar klasemen jadi juru kunci dengan modal satu poin.

Pada jalannya laga tersebut, Liverpool justru kebobolan terlebih dahulu melalui Dries Mertens di menit ke-21. Menerima umpan L1+segitiga dari daerah pertahanan, Mertens lepas dari jebakan offside.

Dari sudut sempit Mertens langsung melakukan tembakan. Maruk juga sebenarnya, padahal ada teman yang menunggu di sebelahnya tanpa penjagaan. Untung saja gol. Kalau tidak gol mungkin bakal slek sama temannya yang berdiri bebas.

Liverpool cukup kesulitan mencari gol karena Napoli bermain bertahan. Mereka baru bisa mencetak gol di babak kedua melalui Dejan Lovren pula. Melalui sebuah sepak pojok, Lovren mampu mengarahkan sundulan ke ujung gawang.

Hingga laga usai, tak ada gol tambahan yang tercipta, Skor 1-1 bertahan untuk kedua tim.

“Dengan bagaimana Napoli menyusun pola, tidak membantu ketika mereka mencetak gol, mereka bisa mengikuti rencana permainan mereka sampai akhir. Kami memang tak tampil brilian, tapi kami menempatkan mereka dalam tekanan,” ungkapnya Klopp dikutip dari Detik.

“Kualitas permainan Liverpool begitu luar biasa, tapi mereka bisa diredam saat kami memaksa mereka bermain dalam ruang sempit,” komentar Carlo Ancelotti terkait laga.

https://twitter.com/StatmanDave/status/1199786200401432579?s=20

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here