Sevilla harus mengembalikan Stevan Jovetic ke orang tuanya, Inter Milan, karena suatu alasan. Bukan karena bandel atau terlibat dalam kenakalan remaja, melainkan karena Sevilla tak mampu membayar gajinya.

Status Jojo -panggilan Jovetic- memang hanya sebagai pemain simpan pinjam layaknya koperasi. Dia dipinjamkan oleh Inter ke Sevilla karena penampilannya kurang mantap di Giuseppe Meazza.

Jovetic yang berhidung mancung kayak dongkrak angkot itu memang tampil lumayan selama berada di Spanyol. Dia mencetak tujuh gol dan lima assist dalam 29 pertandingan.

Namun, Sevilla rupanya terkendala masalah dana. Memang, semua itu UUD alias Ujung-Ujungnya Duit. Meski memiliki opsi memperpanenkan Jojo sebesar 14 juta euro yang tak terlalu mahal, tapi Sevilla tak punya budget buat itu.

Mungkin budget-nya dipakai buat hal lain yang lebih bermanfaat kepada masyarakat. Seperti bangun jalan, rumah sakit, taman kota, atau fasilitas free-wifi. Tidak ada yang tahu.

Sevilla sebenarnya bisa-bisa saja membayar 14 juta euro, tapi mereka tak sanggup membayar gajinya. Sebaliknya, mereka mungkin mampu membayar gaji mahal tapi tak sanggup membayar uang transfernya. Begitu saja terus sampai lebaran tahun depan tiba.

Yang jelas, “Los Blanquirrojos” cuma bisa memenuhi salah satu saja. Tak bisa dua-duanya mereka penuhi.

“Kami bisa membayar gaji lebih tinggi dari yang kami tawarkan sekarang, tapi kami tidak bisa membayar biaya transfer. Atau sebaliknya, kami bisa membayar biaya transfer, jika gaji pemain tidak begitu tinggi,” kata Direktur Olahraga Sevilla, Oscar Arias, kepada ABCSevillas.

Arias mengakui kalau perekonomian Sevilla memang tak setajir Barcelona, Real Madrid, atau Manchester City. Klub-klub yang tinggal merem saja kalau mau beli pemain. Asal tunjuk tanpa melihat tag harga.

“Dalam model bisnis kami, kami harus menjaga biaya tetap rasional. Kami tak memiliki anggaran seperti Manchester City, Barcelona, Chelsea atau Real Madrid. Kami bisa berusaha, seperti yang kami lakukan dengan Jovetic, tapi selalu sesuai parameternya. Kami harus realistis dan mengakui bahwa terkadang beberapa hal tidak dapat terjadi,” sambungnya.

Wajar memang, klub tanggung seperti Sevilla memang harus pilih-pilih. Tak bisa asal dalam mengeluarkan uang. Kasihan nanti anak istri manajemennya mau dikasih makan apa kalau bangkrut.

Jovetic memang punya gaji yang sangat tinggi di Inter. Tak diketahui berapa gajinya, kalau sampai tahu kasihan nanti pemain yang lain bisa iri dan timbul kesenjangan sosial.

Yang jelas, Sevilla tak sanggup bayar gajinya. “Jovetic punya gaji sangat tinggi dan Inter meminta biaya transfer yang tinggi. Kami tidak siap, tidak mampu, menanggung beban seperti itu. Kami sudah mencapai batas maksimal kami. Jika tidak bisa, maka tidak mungkin. Kami doakan yang terbaik untuk Jovetic,” katanya lagi.

Main photo: Nerazzurri Ale

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here