Barcelona akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Quique Setien. Pelatih berambut putih-abu-abu kayak seragam SMA itu didepak dengan alasan yang sudah jelas.

Untuk pertama kalinya, entah berapa dekade terakhir, Barcelona dibantai dengan skor telak sampai 2-8. Itu pun satu gol Barca dicetak oleh pemain Bayern Muenchen, saking enggak teganya.

Skor tersebut tidak pernah ada ketika Xavi dkk masih ada di Barcelona. Apalagi waktu pelatihnya masih Pep Guardiola atau Luis Enrique. Mustahil hukumnya.

Namun perlahan Barca menunjukkan kemundurannya. Tak ada lagi pemain-pemain lulusan La Masia yang sebagus era Xavi itu tadi. Mereka masih mengandalkan Lionel Messi dan pemain senior lainnya.

Terbukti, musim ini NOL gelar. Tak ada gelar sama sekali, mungkin ini yang terparah dalam 1,5 dekade terakhir.

Skor 2-8 jelas jadi trigger. Alasan kuat untuk mendepak Setien dari kursi kepelatihan. Sebuah angka yang bakal dikenang seluruh penjuru dunia hingga hari kiamat.

Diganti Koeman yang Penuh Kegagalan

Pemecatan Setien membuat Barca harus segera mencari pelatih baru. Tidak mungkin pemain Barcelona ini disuruh latihan sendiri. Kasihan banget, sudah disuruh main, disuruh pikirin strategi sendiri.

Barca pun menunjuk Ronald Koeman, seseorang yang pernah sukses di Barca saat jadi pemain. Secara emosional sudah terbentuk, tapi secara prestasi, Koeman bisa dibilang masih kurang.

Koeman yang dibaca “kuman” itu memang lebih banyak gagalnya ketimbang prestasi. Karier pelatihnya tak secemerlang kaca mobil habis di-steam.

Koeman sempat sukses bersama Ajax Amsterdam di awal masa kepelatihan memberikan dua gelar Eredivisie, kemudian menurun. Pindah ke Benfica juga enggak sukses.

Di PSV Eindhoven Koeman sempat bawa juara Liga Belanda tapi kemudian anjlok. Jadi di PSV cuma semusim doang. Pindah ke Valencia sempat raih Copa del Rey, tapi ya umurnya lagi-lagi cuma semusim. Direkrut AZ Alkmaar bahkan cuma setengah musim sudah dipecat.

Di Feyenoord rada lama, sampai tiga tahunan tapi tidak ada prestasi yang diraih. Pindah ke Southampton sempat rada mendingan. Dia mampu bawa Southampton ke peringkat menengah atas hingga dilirik Everton.

Namun di Everton lah dia paling gatot alias gagal total. Koeman malah bawa Everton ke zona degradasi hingga akhirnya dipecat dari sana.

Jadi, bisa dibilang si Koeman ini enggak awetan. Alias jarang ada tim yang awet dilatih dia. Masa kepelatihan paling lama ya saat menangani Ajax saat awal-awal jadi pelatih sampai empat musim. Sisanya cuma semusim-dua musim saja.

Koeman kini melatih timnas Belanda dan membawa Belanda ke final Nations League, tapi kalah di final dari Portugal.

Sekarang, Barcelona mencoba yang sedang ngetren yakni bekas pemain dijadikan pelatih. Barca pernah sukses bersama mantan-mantan pemainnya yakni Pep dan Enrique. Barangkali, barangkali saja kali ini bisa sukses juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here