Timnas Spanyol sangat sibuk satu bulan ke belakang ini. Setelah memecat Julen Lopetegui dua hari jelang Piala Dunia, mereka akhirnya merekrut Fernando Hierro. Penunjukan Hierro dengan maksud sebagai pelatih mendadak tanpa dangdut, untuk membimbing timnas Spanyol berlaga di Piala Dunia 2018.

Sayang saja nasib juara dunia tahun 2010 itu kurang bagus. Saat bertandang melawan tuan rumah Rusia di babak 16 besar, mereka harus takluk lewat drama adu penalti dan pulang kampung lebih cepat. Susah memang melawan Rusia, kalah saja mereka tidak perlu pulang kampung, apalagi menang.

Usai kegagalan itu Hierro lantas langsung mundur dari posisinya sebagai pelatih.Hal tersebut juga dikemukakan langsung oleh Federasi Sepak bola Spanyol (RFEF) beberapa saat setelah mereka tersingkir. Bukan hanya mundur sebagai pelatih dadakan, namun Hierro juga meletakan jabatannya yang sebelumnya merupakan direktur olahraga “El Matador”.

Sejumlah nama kemudian dipertimbangkan untuk menjadi pelatih baru timnas Spanyol. Akhirnya daripada menunjuk Rexy Mainaky yang merupakan pelatih bulu tangkis, mereka memutuskan untuk mengangkat Luis Enrique. Pria yang dua tahun lagi berusia setengah abad itu menjadi pelatih permanen setelah Julen Lopetegui.

“Keputusan ini (mengangkat Enrique) telah disetujui secara bulat oleh komite eksekutif RFEF. Kami menunjuk Luis Enrique sebagai pelatih tim nasional untuk dua tahun ke depan. Terjadi kesepakatan total. Luis Enrique mendapat tawaran lebih besar, tapi ingin menjadi pelatih tim nasional. Saya ingin  menyoroti pengorbanan yang dilakukannya. Dia akan diperkenalkan pada pekan depan,” kata Presiden RFEF, Luis Rubiales dikutip dari Liputan6.

https://twitter.com/Squawka/status/1016293642309459969

Timnas Spanyol sendiri akan dilatih Enrique hingga dua tahun ke depan. Hal tersebut berarti, setidaknya Enrique akan bertugas membawa timnas Spanyol untuk ikut serta di gelaran EURO 2020. Sementara untuk gelaran Asian Games 2018, belum menjadi tugas Enrique untuk membawa tim “Matador” menjuarainya.

Ditunjuknya Enrique untuk melatih timnas Spanyol menjadi sekaligus menandai comeback-nya meski tidak tertinggal lebih dahulu. Enrique sendiri sempat menjadi pelatih selama tiga musim kebersamaannya dengan Barcelona. Hingga pada tahun 2017 lalu ia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama “Blaugrana”.

Selama tiga tahun menjadi pelatih Barcelona, Enrique sukses mempersembahkan sejumlah gelar bergengsi. Total ada dua La Liga, tiga Copa del Rey dan satu Liga Champions. Bahkan pada musim perdananya, ia berhasil memberikan treble kedua “Los Cules”.

Selain itu, Enrique juga membantu Barcelona meraih Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Namun gelar WWE Universal Championship belum bisa direbut Enrique dari tangan Brock Lesnar.

Beban berat kini ditanggung oleh Enrique yang harus secepat mungkin memperbaiki kualitas timnas Spanyol. Sejak meraih gelar EURO pada 2012, Spanyol belum mampu untuk kembali menunjukan tajinya di kancah internasional.

Pada Piala Dunia 2014 mereka hanya mampu melaju sampai fase grup. Pada EURO 2016 mereka hampir masuk semi final andai bisa mencetak gol lebih banyak dibanding lawan pada babak perempat final. Sementara AFC 2015 sayang sekali mereka tidak ikut serta.

https://twitter.com/BBCSport/status/1016323588230656000

Generasi emas yang mereka miliki beberapa tahun silam kini satu persatu sudah mulai untuk pensiun. Terakhir  adalah Iniesta yang memutuskan untuk berhenti memperkuat timnas Spanyol. Sisanya sudah mulai berumur dan tinggal menunggu waktu saja sampai habis masanya. Waktu dua tahun ini harus dengan baik dimanfaatkan Enrique untuk memuat regenerasi pemain.

Skuat muda Spanyol sendiri sebenarnya lumayan menjanjikan dengan beberapa nama yang jgua dibawa ke Piala Dunia. Sebut saja Kepa Arrizabalaga, Alvaro Odriozola, serta Marco Asensio. Jangan sebut mereka Mawar, Budi, atau Andi.

Hanya posisi striker murni saja yang belum muncul mencuri perhatian. Padahal dulu ujung tombak Spanyol macam David Villa dan Fernando Torres merupakan ancaman nyata bagi gawang lawan.

Kini hanya Diego Costa saja yang merupakan striker tajam. Pelapisnya Rodrigo dan Iago Aspas terhitung belum bisa menyamai kualitasnya. Apalagi ketiganya kini telah menginjak usia di atas 27 tahun.

Tantangan Enrique kini adalah bagaimana mempersiapkan timnas Spanyol yang lebih segar dan siap untuk menyambut EURO 2020.

Main photo: standardmedia.co.ke

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here