Duel klub raksasa Eropa sekaligus yang banyak duitnya, Bayern Muenchen dan Paris Saint-Germain bertemu di laga perempat final Liga Champions. Secara tak terduga, Bayern tumbang 2-3 di kandang sendiri.

Bayern ini memang tim yang sukar dikalahkan. Tingkat kesukarannya sudah seperti soal Fisika kelas 3 atau kelas 12 SMA jurusan IPA. Dikalahkan saja susah, apalagi dikalahkan di kandang sendiri.

Bayangkan, sudah setahun lebih Bayern tak terkalahkan di kandang. Terakhir kali mereka kalah di Allianz itu terjadi Desember 2019 saat takluk dari Bayer Leverkusen. Artinya ini Bayern benar-benar tim luar biasa spesial 4 telor.

Namun, PSG ternyata lebih luar biasa. Mereka jadi tim pertama yang mengalahkan Bayern pada 2020 dan 2021. Sejauh ini baru Arminia Bielefeld yang mampu mengimbangi Bayern di kandang 3-3. Tapi kalah belum pernah.

Bayern sebenarnya lebih berinisiatif menyerang sejak menit pertama. Tercatat baru dua menit sudah ada dua peluang saja. Namun justru PSG yang unggul lebih dulu melalui Kylian Mbappe pada menit ketiga.

Manuel Neuer ternyata kerasukan Loris Karius karena tepisannya tidak sempurna. Tendangan Mbappe malah masuk ke gawangnya padahal itu 100% dalam penguasaan kiper.

Bermain di bawah guyuran salju yang tak pernah dirasakan penduduk Depok, Bandung, dan Cirebon itu membuat pertandingan semakin berjalan sulit.

Maklum, tidur di AC 18 derajat saja sudah dingin, ini lagi pakai di bawah guyuran salju. Untungnya pemain-pemain Bayern dan PSG ini tak ada yang ber-KTP Depok atau Cirebon.

Pada menit ke-28, PSG menggandakan keunggulan lewat Marquinhos yang lolos dari jebakan offside. Neymar dengan cekatan mengirimkan bola kepada Marquinhos tanpa lihat-lihat dulu para penonton di stadion itu karena memang tidak ada penontonnya.

Untungnya, Bayern bisa memperkecil ketinggalan lewat sundulan mantan Eric Choupo-Mouting. Dia menerima umpan silang dari Benjamin Pavard.

Bayern sebenarnya sudah berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Namun Keylor Navas sepertinya lagi ganteng banget malam itu. Meski pada akhirnya Thomas Mueller bisa menjebol gawang Navas juga.

Tendangan bebas Joshua Kimmich bisa disambut dengan sundulan colekan tipis oleh Mueller. Colekannya cukup maut, kalau terlalu banyak mungkin malah melayang tak keruan.

Sayangnya, Bayern kembali kebobolan oleh Mbappe. Setelah mau nendang enggak jadi, tapi kedutan kedua benar-benar menendang. Mbappe menendang ke tiang dekat Neuer yang cuma diam saja macam polisi tidur.

Skor 3-2 buat PSG cukup nyaman untuk melakoni leg kedua. Sementara Bayern wajib menang at least dua gol.

“Ini hasil yang sama sekali berbeda dari leg pertama melawan Barca, keunggulannya sekecil mungkin,” kata pelatih kepala Pochettino kepada RMC Sport dikutip Sindonews.

“Kami berharap performa kami saat kembali akan lebih baik daripada melawan Barcelona, itu keinginan kami. Tapi selalu ada banyak elemen yang harus dipertimbangkan untuk mendapatkan hasil,” jelasnya.

SHARE
Previous articleCity Belum Terlalu Mulus, Pepnya Masih Belum Tulus
Next articleChelsea Menang Nyaman, Leg Kedua Harusnya Aman
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here