Duel seru tersaji di Piala FA saat Everton memenangkan laga melawan Tottenhan Hotspur dengan skor rada anti-mainstream, 5-4. Duel ini benar-benar seru, serunya dari ubun-ubun sampai ke ujung kaki. Meski kelihatan seru, tapi siapa sangka Carlo Ancelotti tetap santai sambil menyeruput kopi.

Pepatah, “Serius amat, ngopi dulu lah” ternyata memang benar adanya. Saat kedudukan 4-4, Ancelotti malah asyik menenggak kopi. Memang enak malam-malam dingin begitu nyeruput kopi. Apalagi habis nyeruput, langsung dikecap-kecap bibirnya sambil bilang “ahhh”. Nikmatnya tiada tara.

Sebenarnya memang lumrah nonton bola sambil minum kopi. Tapi ya enggak sebagai pelatih juga. Epic-nya ini Ancelotti kan pelatih Everton. Di pinggir lapangan dia asyik niup-niup gelas kopinya yang kepanasan.

Sudah gitu, ketika timnya mencetak gol kemenangan 5-4 melalui Bernard, Ancelotti melanjutkan ngopinya. Tak ada rasa tegang atau girang dalam raut wajahnya. Padahal waktu itu timnya mencetak gol kemenangan.

Mungkin hal semacam ini sudah biasa bagi Ancelotti. Maklum, namanya juga pelatih senior. Atau mungkin sebenarnya dia tegang, lalu ngopi buat mengalahkan rasa tegangnya. Entah.

Everton memang memenangkan laga ini dan berhak melaju ke babak perempat final Piala FA. Terjadi aksi salip-menyalip bak balapan GP.

Mulai dari Spurs yang unggul lebih dulu 1-0 lewat sundulan otak samping Davinson Sanchez, lalu disamakan Dominic Calvert-Lewin setengah jam kemudian.

Everton berbalik unggul lewat sepakan mendatar Richarlison dua menit berselang. Disambung tendangan penalti Gylfi Sigurdsson lima menit setelahnya. Jadi Everton ini dalam kurun tujuh menit berhasil mencetak tiga gol. Kalah itu final Liga Champions 2005.

Menjelang akhir babak pertama, Spurs memperkecil kedudukan lewat gol Erik Lamela. Jadi sampai babak pertama, kedudukan sudah 3-2. Bagaimana tidak rugi nonton pertandingan ini, enak banyak golnya.

Di babak kedua keseruan terus berlanjut. Davinson kembali mencetak gol setelah cebokannya di depan gawang bikin seri 3-3. Namun Everton ini cukup ngotot juga. Richarlison kembali mengubah skor jadi 4-3.

Spursnya juga enggak mau kalahan. Mereka membalasnya lagi lewat sundulan Harry Kane di depan gawang. Skor 4-4 terpaksa dilanjutkan sampai babak ekstra.

Sampai akhirnya Bernard sukses menjebol gawang Spurs setelah menerima umpan asyik dari Sigurdsson, dan Ancelotti kembali melanjutkan kopinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here