AS Roma masih tetap tak mau mengalah bahkan menyerah dengan Juventus. Meski kemungkinannya kecil, selama janur kuning belum melengkung maka Scudetto masih milik bersama.

Pada pekan ke-37 kemarin, “I Giallorossi” sukses mempermalukan Chievo Verona di kontrakannya, Stadion Marc Antonio Bentegodi. Skornya pun lumayan anti-mainstream, yakni dengan skor 5-3. Macam skor pertandingan seru-seruan anak SMA.

Roma tertinggal lebih dulu lewat sepakan tegas Lucas Castro saat pertandingan baru berjalan 15 menit. Waktu yang sama dengan durasi istirahat anak sekolah.

Tim asuhan Luciano Spalletti itu menyamakan kedudukan lewat kaki Stephan El Shaarawy setelah lolos dari jebakan offside. Namun, Chievo kembali mencetak gol lewat sundulan Roberto Inglese usai memanfaatkan umpan membelah samudera dari Valter Birsa.

Kebobolan satu gol, bikin “Serigala” Roma mengamuk dan cenderung kejam bin sadis. Mereka malah membalasnya dengan empat gol.

Secara bergantian Mohamed Salah, El Shaaawy, Salah lagi, dan Edin Dzeko membobol keperawanan Stefano Sorrentino berkali-kali. Sampai membuat Sorrentino terkulai lemas tak berdaya menghadapi serangan tujuh hari tujuh malam itu.

Chievo hanya bisa memperkecil kedudukan menjelang akhir pertandingan. Inglese membuat gol yang tak penting-penting amat dalam pertandingan tersebut. Tapi lumayan buat Inglese pribadi untuk tambah-tambah uang jajan.

Lewat hasil ini, Roma mendekati Juventus dengan hanya terpaut satu poin saja. Menunggu Juve terpeleset dua kali melawan Crotone nanti malam dan Bologna minggu depan. Siapa tahu saja Juve khilaf, ingin kasih Scudetto buat Roma terutama Francesco Totti yang mau pensiun.

Spalletti memuji anak asuhannya sekaligus memuji perlawanan tanpa tanda jasa Chievo. Namun, dia juga mengingatkan Daniele De Rossi dan kawan-kawan agar tak kebobolan dua kali semacam itu lagi.

“Ketika kami dua kali tertinggal, Anda mengambil risiko kehilangan keseimbangan untuk mencetak gol. Chievo sangat terhindar dari tekanan sehingga mampu bermain baik terutama di lini depan. Itulah mengapa kami tak boleh bermain seperti itu lagi,” ujar Spalletti.

Ini keempat kalinya Roma kebobolan sampai tiga gol di Seri A. Sebelumnya pernah mengalami hal serupa saat kalah dari Torino (1-3), Sampdoria (2-3), dan Lazio (1-3). Untungnya pada laga ini mereka bisa menang meski kebobolan tiga gol.

Roma masih ingat kalau prinsip dalam sepak bola adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya dari lawan. Kalau lawan yang mencetak gol lebih banyak berarti mereka kalah.

Main photo credit: Pagine Romaniste

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here