Gary Neville sepertinya akan segera mengubah profesinya dari seorang komentator sepak bola menjadi seorang peramal. Baru-baru ini ia kembali melakukan ramalan yang kali ini ditujukan untuk mantan timnya Manchester United.

Mungkin jadi peramal di Inggris memang merupakan suatu profesi yang lebih menjanjikan dibanding pundit sepak bola. Lihat saja para peramal di negara +62 yang pada kaya raya. Bisa punya acara TV sendiri pula seperti bang Roy Kiyoshi.

Enak memang jadi peramal yang dengan modal seminimal mungkin, bisa dapat hasil yang maksimal. Sama seperti jadi pawang hujan.

Hanya modal komat-kamit dan sedikit ritual, bisa dapat uang banyak. Kalau gagal dan turun hujan, uangnya tinggal dikembalikan. Itu belum mengeluarkan kata-kata andalan, “Kalau enggak ada saya, hujannya bisa lebih deras lagi.” Benar-benar pekerjaan yang gambling dan tidak ada ruginya dua profesi tersebut.

Sebelumnya Gary Neville ini juga mencoba memperkirakan masa depan Mohamed Salah. Pemain yang sedang membela klub dari rival Neville selama berkarier untuk Manchester United.

Neville mengatakan bahwa Salah akan berpaling ke klub lain dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Hanya selang beberapa hari, kini Neville kembali membuat pernyataan terkait masa depan mantan timnya, Manchester United.

Saat ini performa MU memang sedang berantakan macam kamar anak bungsu. Dari tiga laga Premier League 2019/2020, Ole Gunnar Solskjaer dan anak asuhnya menang satu kali, seri satu kali, dan kalah satu kali.

Tapi hal tersebut dinilai wajar oleh Neville bagi tim yang saat ini sedang berjuang untuk bangkit. Memang, untuk kembali ke persaingan juara, saat ini sepertinya hanya jadi mimpi dulu bagi para penggemar MU. Hal tersebut juga diamini oleh Neville.

Menurutnya butuh waktu sekitar enam caturwulan alias empat semester a.k.a dua tahun atau setidaknya empat jendela transfer lagi bagi MU bisa menandingi dominasi Liverpool dan Manchester City.

“Masih cukup jauh jaraknya tetapi saya pikir empat atau lima bursa transfer lagi semuanya akan berjalan benar dan kembali ke skuat yang bisa menyaingi Liverpool dan Man City,” ujar Neville dikutip dari CNN Indonesia.

“Saya sudah katakan, dia harus bersiap, bukan pada akhir musim, bukan pada musim selanjutnya, tetapi satu musim lagi, untuk bersaing meraih gelar Liga Primer,” sambungnya.

Usai berpisah dengan Sir Alex Ferguson, nasib MU memang cukup luntang lantung. Tapi hal tersebut diyakini Neville harus tetap dijalani dengan sabar.

“Tidak ada jalan pintas dan jalan sulit seperti ini memang harus dilalui, seperti kalah dari Crystal Palace dan Anda merasa dunia akan runtuh tetapi semua harus sabar,” jelas Neville.

Main photo: talksport.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here