Kemajuan teknologi memang tidak bisa dibendung. Sedikit lagi teknologi bakal jadi tumpuan utama sepak bola. Yang paling hangat adalah teknologi video tayangan ulang (VAR) yang bisa bikin wasit keempat jadi pengangguran.

VAR (Video Assistant Referee) adalah teknologi untuk membantu tugas wasit dalam mengambil keputusan mengenai sebuah gol, penalti, pelanggaran, dan kesalahan identifikasi. Bisa juga dipakai untuk melihat aksi-aksi lucu para pemain seperti menggaruk pantat atau mengupil, meski kenyataannya tidak dipakai untuk itu.

Adalah Presiden Asosiasi Wasit Italia (AIA), Marcello Nicchi, sendiri yang mengemukakan gagasan tersebut. Secara blak-blakan Nicchi ingin menggunakan teknologi video tayangan ulang di Seri A untuk memudahkan tugas wasit utama dan mengurangi keputusan kontroversial.

Apalagi, tendensi di Seri A sangat tinggi. Salah sedikit saja bisa langsung dianggap menguntungkan lawan. Padahal ya tidak sengaja juga. Namanya juga manusia pasti punya kesalahan.

Nicchi rupanya rada sebal saat wasit kembali membuat keputusan kontroversial pada laga Sampdoria melawan Bologna. Asisten wasit tambahan memberikan Sampdoria hadiah penalti saat pemain Bologna, Erick Pulgar, dianggap melakukan handball. Padahal, wasit utama Michael Fabbri awalnya tak menganggap Pulgar menyentuh bola.

Sampdoria memanfaatkan hadiah sepakan 12 pas itu dengan baik pada menit ke-81. Luis Muriel yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Skor berubah jadi 1-1 dan kemudian berubah lagi jadi 3-1 pada akhir pertandingan.

Nicchi pun secara mengejutkan bilang kalau wasit tambahan di dekat garis gawang itu kerap tidak efektif. Bukannya bikin bagus, malah kadang bikin kacau. Itulah yang membuat pria berambut putih semua itu ingin menyingkirkan para wasit keempat.

Artinya, wasit-wasit tambahan itu harus siap-siap menganggur atau dimutasi kembali menjadi wasit pinggir dan wasit utama. Kalau tidak bisa, harus siap-siap memantau Jobstreet untuk cari kerjaan baru.

“Saya kecewa dengan kesalahan-kesalahan tersebut. Sejujurnya saya mendukung teknologi video tayangan ulang dan berharap kami dapat menerapkannya sesegera mungkin, kami juga akan menyudahi penggunaan wasit ke empat karena kehadiran mereka kurang efektif,” kata Nicchi seperti dikutip bola.com.

Nicchi yang juga mantan wasit Seri A era 1990-an itu juga berkomentar soal pertandingan Roma melawan Crotone di mana wasit Carmine Russo memberikan hadiah penalti untuk Roma. Padahal pemain Crotone, Giammarco Ferrari tidak melakukan pelanggaran kepada Mohamed Salah.

“Seharusnya saat Mohamed Salah jatuh bukanlah penalti, saya tidak sedang berusaha mencari kesalahan atau memperbaikinya, tetapi justru untuk mendiskusikannya,” kata Nicchi.

“Anda dapat melihat segalanya pada siaran ulang, kami memberi tahu wasit-wasit muda untuk tidak ragu mengambil keputusan, bahkan berbuat kesalahan karena itu akan membuat mereka berkembang,” tambahnya.

Main photo credit: Messina Sportiva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here