Hujan gol terjadi di babak 16 besar Liga Champions. Setidaknya ada 29 gol tercipta dari enam laga di babak tersebut. Diawali dari pembantaian PSG dan Bayern Muenchen, terakhir hujan gol juga terjadi di laga Manchester City versus Monaco.

Tak tanggung-tanggung, laga tersebut menghasilkan delapan gol, paling banyak sejauh ini. Pertandingannya juga berlangsung seru, jual beli serangan terjadi hingga membuat mata enggan untuk berkedip. Jika perlu diganjal pakai tusuk gigi.

Serangan-serangan badai yang dilancarkan kedua tim memang mampu memporak-porandakan rumah tangga lini belakang keduanya. Sayang, City yang mencetak gol lebih banyak akhirnya dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam aturan dasar sepak bola, tim yang mencetak gol lebih banyak lah yang memenangkan pertandingan. “The Citizens” memenangkan laga dengan skor ala futsal-futsal tarkam, 5-3. Banjir gol tercipta meski hujan tak sederas di Jakarta.

Sebagai tim tamu, Monaco rupanya tetap melawan. Mungkin terinspirasi dari puisi Wiji Thukul yang paling populer, “Hanya ada satu kata: Lawan!”.

Raheem Sterling memang sempat bikin City unggul lebih dulu setelah memanfaatkan umpan membelah lautan dari Leroy Sane. Namun, Radamel Falcao dan Kylian Mbappe mampu membalikkan keadaan.

Monaco sebenarnya bisa saja memperbesar keunggulan jika Falcao tak gagal melakukan penalti. Sayang beribu sayang, peluang emas bercampur intan permata itu dibuang-buang. Tendangan Falcao sangat lembek kayak tape dikukus. Malah sebaliknya, Sergio Aguero yang justru menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Falcao kembali bikin Monaco unggul usai mencetak gol cantik sampai bikin John Stones dan Willy Caballero hampir mati karier. Beruntung, City mampu bangkit dan sukses memasukkan bola ke dalam gawang sampai tiga kali berturut-turut. Dua di antaranya dari sepak pojok yang dilakukan di pojok lapangan.

Meski penguasaan bola masih lebih banyak City, Monaco justru menghasilkan peluang lebih banyak. Setidaknya ada 15 percobaan yang dilancarkan klub Prancis itu dibanding City yang hanya delapan percobaan. Andai kiper Danijel Subasic tak ceroboh ditambah penalti Radamel Falcao tak digagalkan Caballero, Monaco mungkin sudah memenangkan pertandingan.

Pelatih City, Pep Guardiola, mengakui kalau lini serang Monaco cukup jinak-jinak merpati. Dalam 16 laga terakhir, tim asuhan Leonardo Jardim selalu mencetak gol. Tak peduli menang atau kalah, tapi gol selalu mereka ciptakan.

Apalagi, Falcao kembali bikin repot pertahanan lawan. Total 24 gol sudah diciptakannya musim ini. Termasuk dua gol ke gawang City yang bikin Willy Caballero seperti jomblo pada malam Minggu. Bengong meratapi nasib.

“Jika ada tim yang mampu mencetak ribuan gol, maka Monaco bisa mencetak jutaan gol. Saya ingin tahu berapa tim yang mampu membuat clean sheet melawan Monaco musim ini. Mereka menyerang dengan enam sampai tujuh pemain,” ujar Guardiola yang makin hari makin botak itu.

Itulah kenapa, City mesti waspada di leg kedua nanti. Apalagi, mereka akan tampil di kandang Monaco yang dikenal cukup buas. Musim ini saja, mereka baru kalah sekali di kandang ketika dijadikan rempeyek oleh Lyon, Desember silam.

Main photo credit: Guardian Nigeria

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here