Oleh: Paundra Jhalugilang

Sepak bola kembali berduka. Setelah sepak bola Indonesia kehilangan legendanya, Ricky Yakob, beberapa hari lalu, kini sepak bola dunia kehilangan legendanya, Diego Armando Maradona.

Siapa yang tak kenal Maradona? Hampir semua orang pasti tahu Maradona kecuali yang masih bayi. Mulai dari tukang roti, sanak famili, sampai presiden Tahiti.

Maradona menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya, Rabu (25/11), akibat henti jantung. Ya namanya orang meninggal memang sudah pasti berhenti detak jantungnya. Namun, henti jantung di sini terjadi tiba-tiba lantaran sedang sakit cukup parah.

Maradona memang sedang sakit usai dioperasi pada Selasa (3/11/2020) waktu setempat. Berdasarkan hasil CT scan yang menemukan adanya hematoma subdural.

Seperti disalin dari Detik, hematoma subdural adalah kumpulan darah di permukaan otak, tepatnya di antara dua lapisan pelindung otak, yakni dura mater dan arachnoid. Penyebab gumpalan darah biasanya muncul akibat benturan, kecelakaan, atau pukulan keras di kepala.

Maradona tidak tahu dan tidak ingat kapan dia mengalami benturan di kepala. Mungkin saja waktu muda dia pernah mengalaminya, cuma langsung pingsan dan lupa persisnya benturan itu. Mungkin saja, sekadar asumsi.

Operasi tersebut sejatinya berjalan lancar. Dia lantas mendapatkan izin untuk pulang ke rumah pada pertengahan November. Sejak saat itu tak ada lagi kabar terkait kondisi kesehatan Maradona hingga akhirnya berita duka yang muncul.

Kepergian Maradona menjadi pukulan untuk negara Argentina dan juga warga Napoli, serta warga sepak bola dunia. Maradona sempat berhasil mengantarkan Albiceleste meraih trofi Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Maradona yang berstatus juara dunia juga dicintai warga Napoli. Dia membela klub Partenopei selama tujuh tahun. Namanya memang melambung tinggi kala membela Napoli sejak 1984 sampai 1991.

Selama periode itu, Maradona memberikan dua gelar Seri A, satu Coppa Italia, dan satu Piala UEFA kepada Napoli. Itulah gelar Scudetto yang pernah diraih Napoli sepanjang sejarah klub. Terjadi hanya era Maradona.

Uniknya, Maradona setelah itu hanya bermain semusim di Sevilla dan kembali ke Argentina membela Newell’s Old Boys dan klub masa mudanya, Boca Juniors. Dia terhitung hanya pernah sekali membela klub besar, yaitu Barcelona, itu juga hanya dua musim.

Makanya, Napoli menjadikan Maradona sebagai legenda sepanjang masa. Begitu juga Argentina. Begitu juga dunia.

Ya, bukan hanya Napoli dan Argentina, tapi dunia.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1331647514886463488

Dunia sangat respek kepada Maradona. Selain sikapnya yang ramah, bercanda, dan bersenang-senang, juga aksi nyentriknya.

Yang bikin orang tak lupa dengan Maradona, adalah selain kelihaiannya mengolah bola, memang aksi nyentriknya di lapangan.

Mulai dari gol tangan Tuhan yang anak zaman sekarang pasti tahu kisahnya dan bisa lihat tayangannya di Youtube. Hingga kasus kecanduan obat-obatannya, sampai juga aksi-aksi pemanasan yang bikin orang gemas ingin cubit rasanya.

Setelah pensiun, Maradona juga tetap memperlihatkan aksi-aksi nyentrik. Seperti saat melakukan selebrasi ketika menyaksikan Lionel Messi mencetak gol untuk Argentina. Dan masih banyak yang lainnya.

Seolah, Maradona ini selalu memberikan magisnya baik saat jadi pemain atau sudah pensiun. Selalu ada cerita dan pembahasan tentang Maradona. Maradona memang memberikan warna dalam sepak bola.

Maradona tetap lah Maradona. Kita akan rindu aksi nyentriknya. Selamat jalan, Legenda!


Paundra Jhalugilang

Penulis adalah pemuda harapan bangsa yang biasa-biasa saja. Bekas wartawan tanpa pengalaman yang melihat sepakbola dengan penuh pesona.

SHARE
Previous articleBayern Masih N6eri, Menang Sudah Jadi Hobi
Next articleMain Biasa-biasa Saja, Milan Gagal Balaskan Dendamnya
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here