Sebuah laga seru tersaji pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020. Hujan gol terjadi pada laga yang berkesudahan dengan skor 4-2 untuk kemenangan Belanda atas Jerman.

Jerman sepertinya mencontoh nasib Indonesia yang kalah di kandang sendiri oleh rival terbesarnya, Malaysia. Sama-sama tetangga pula.

Namun, Jerman lebih parah karena kalahnya lebih besar. Jadi Indonesia tak usah khawatir dan tak usah malu, malah harusnya bangga bisa lebih baik dari Jerman.

Rivalitas kedua timnas memang sudah cukup terasa sejak lama. Maklum kedua negara merupakan tetangga yang benar-benar menempel daerahnya.

Namun rivalitas yang sehat tentunya di antara Belanda dan Jerman. Cukup di atas lapangan saja. Menang kalah pun hal yang biasa. Tidak seperti negara-negara di Asia Tenggara yang beberapa hari lalu oknum suporternya bertindak ke-STM-STM-an karena kalah dari rival.

Belanda dan Jerman pun semakin sering bertemu dalam beberapa waktu belakangan ini, tepatnya setelah ajang UEFA Nations League dimulai.

Kebetulan kedua tim kembali berada di grup yang sama pada laga kualifikasi Piala Eropa 2020.

Laga seru kerap terjadi kala keduanya berjumpa pada pertandingan internasional, termasuk pada laga tadi malam.

Bahkan pada laga tersebut, terasa sekali nuansa MotoGP. Sebab kedua tim saling susul-menyusul gol sepanjang pertandingan.

Pada pertandingan yang digelar di Volksparkstadion, Hamburg, Jerman unggul terlebih dahulu melalui gol cepat calon bintang masa depan mereka, Serge Gnabry.

Bola rebound a.k.a bola muntah hasil tendangan Lukas Klostermann mampu disambar Gnabry dengan cepat di muka gawang.

Pertandingan berjalan sangat seru dimana kedua tim jual beli serangan macam di pasar saja. Tapi tidak ada gol tambahan tercipta hingga akhir babak pertama.

Pada babak kedua Belanda langsung merespon berkat gol gelandang yang sedang ngetren, Frenkie de Jong, dan gol bunuh diri Jonathan Tah. Skor berbalik menjadi 2-1 untuk keunggulan Belanda.

Jerman sempat menyamakan kedudukan lewat penalty Toni Kroos di menit ke-73. Tapi Belanda kembali memimpin tiga menit berselang lewat pemain muda yang katanya bakal ngetren di bursa transfer mendatang, Donyell Malen.

Pemain muda PSV itu mampu menutaskan umpan dari Georginio Wijnaldum dengan sontekan di depan gawang.

Pada masa injury time, Belanda kembali berhasil menambah keunggulan melalui gol Wijnaldum memanfaatkan operan dari Memphis Depay. Skor 4-2 untuk Belanda.

Dengan modal sembilan poin, Jerman gagal menggeser Irlandia Utara dari puncak klasemen yang mengumpulkan 12 poin. Sementara Belanda di posisi ketiga dengan enam angka dari tiga laga.

“Belanda meniadi lebih kuat dan kami tidak bisa bermain bebas. Belanda bisa maju menyerang dan kami memainkan bola panjang. Itu bukan gaya kami, bukan seperti keinginan kami,” komentar Joachim Loew seperti dikutip dari Detik.

Sementara Ronald Koeman mengatakan mentalitas timnya membuat Belanda mampu membalikan keadaan di babak kedua.

“Tim ini memiliki keyakinan dan itulah yang kami tekankan saat jeda babak. Kami ingin tetap bertahan dan jangan bermain terlalu terbuka, karena akan selalu ada peluang untuk mencetak gol,” ujarnya.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1170076191434264576?s=20

Main photo: @optajohan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here