Akhir menyedihkan didapat Mauricio Pochettino yang mendadak suddenly kena PHK di jeda internasional kali ini. Pemecatan Pochettino oleh Tottenham Hotspur disinyalir akibat performa tim yang belakangan makin random saja.

Pemecatan ini jelas mengejutkan banyak pihak, terutama Ole dan si Mr. Good Ebening yang mungkin tambah was-was. Sebab Pochettino dianggap cukup banyak berjasa untuk Spurs dalam beberapa tahun belakang. Apalagi dilakukan saat jeda internasional seperti ini.

Memang kalau urusan trofi, Pochettino gagal mempersembahkan satu pun gelar untuk Spurs. Sebenaranya dari dahulu juga begitu Spurs. Lemarinya berdebu.

Tapi di bawah kepemimpinan Pochettino, Spurs sebenarnya menjelma menjadi salah satu kekuatan menakutkan di Premier League. Beberapa musim belakangan mereka berhasil menjadi salah satu penantang tertangguh di tiap musim.

Puncaknya adalah ketika Spurs berhasil dibawa Pochettino sampai ke final Liga Champions di musim lalu. Sesuatu prestasi yang sangat bisa dibanggakan oleh pendukung Spurs mungkin untuk bertahun-tahun selanjutnya.

Apalagi pada era Poch, Spurs juga memiliki kondisi keuangan yang sepertinya cukup makmur. Biasanya ditandai dengan perut yang membuncit kalau manusia. Mereka akhirnya mampu membuat stadion baru yang lebih megah dari White Hart Lane.

Tapi saat senang, Pochettino disayang. Giliran terpuruk, Poch ditendang. Kasihan sekali. Melihat performa Spurs di musim ini memang sedikit berantakan. Belum lagi ditambah isu ruang ganti yang sedang bermasalah yang melibatkan Jan Vertonghen dan Christian Eriksen.

Sepanjang musim ini Spurs mencatatkan lima kemenangan, tujuh kali imbang, serta kalah sebanyak lima kali.

“Ini bukan keputusan yang diambil dewan dengan mudah, juga tidak tergesa-gesa. Hasil di liga domestik yang disayangkan pada akhir musim lalu dan awal musim ini sangat mengecewakan.”

“Itu menjadi tanggung jawab kami untuk membuat keputusan yang sulit ini, yang lebih banyak kenangan bersama Mauricio dan staf pelatihnya, tetapi kami melakukannya juga demi kepentingan terbaik klub,” ujar Daniel Levy, presiden klub, seperti dikutip dari Detik.

Pochettino, yang juga sempat melatih Espanyol dan Southampton, sudah menjalani 293 laga bersama Tottenham. Tercatat ia meraih 159 kemenangan, 62 imbang, dan 72 kalah, dengan persentase kemenangannya 54,3%.

Main photo: @bbcsport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here