“Gini doang grup neraka?” menjadi tajuk headline di media sosial maupun media mainstream. Tajuk itu muncul setelah Manchester United sukse melakukan comeback ke Liga Europa.

Kelucuan itu terjadi ketika MU sempat tertinggal 0-3 dari Leipzig, lalu bisa comeback dengan skor kekalahan 2-3. Secara skor memang tidak comeback, tapi comeback-nya ke Liga Europa.

Keruan saja para netizen langsung heboh. “Gak MU gak makan” kalau katanya fans MU. Mengingat kalau ada postingan soal MU ini tingkat engagement-nya tinggi.

Apalagi postingan “Gini doang nih grup neraka” itu tadi. Tidak perlu disebutkan siapa yang mem-posting ucapan tersebut. Bikin malu.

Manchester United yang akrab disapa MU atau Emyu itu memang lucu banget malam itu. Menghadapi Leipzig, mereka sebenarnya hanya butuh hasil seri saja.

Namun Leipzig lebih gila mainnya. Baru dua menit Angelino yang bukan saudaranya Angelina Sondakh itu sukses membobol gawang David De Gea.

Umpan asyik Marcel Sabitzer diselesaikan dengan baik oleh Angelino sekaligus mengecoh Aaron Wan Bissaka yang sudah keren melakukan tackling block.

https://twitter.com/Khalid__mahdi/status/1336424526889037833

Hanya 11 menit kemudian, Leipzig menggandakan keunggulan lewat sepakan keras Amadou Haidara. Umpan Angelino berhasil disarangkan Haidara ke gawang De Gea yang hanya pasrah saja menerima serangan seperti itu.

Leipzig sempat mencetak gol ketiga ketika Willi Orban mencetak gol gampang pada menit ke-30. Namun wasit menganulir gol tersebut lantaran Orban berada dalam posisi offside. Alasan lain mungkin karena kasihan dengan emyu.

Di babak kedua, MU masih saja main butut. Tak ada perkembangan. Mereka kebobolan lagi lewat aksi cuek Harry Maguire yang membiarkan bola melaju di depannya untuk bisa disentuh tipis Justin Kluivert. Justin yang ini sudah pasti nama akunnya tidak ada embel-embel coach.

MU tak kenal menyerah demi mendapatkan comeback meski tertinggal 0-3. Beberapa usaha dilakukan walau masih bisa diamankan kiper Leipzig, Peter Gulacsi.

Usaha tersebut berbuah manis. MU seperti biasa mendapatkan voucher penalti yang tak dijual di Indomaret. Wasit memberikan hadiah setelah Mason Greenwood dijatuhkan Ibrahima Konate pada menit ke-79-an.

Bruno Fernandes yang sudah hapal banget dengan gerakan tendangan penalti template-nya itu memanfaatkannya menjadi gol. Dia benar-benar sangat berpengalaman sekali, sangat-sangat berpengalaman menendang penalti selama di MU.

https://twitter.com/iIhamzada/status/1336444337681395714

Jantung fans MU berdegup kencang sembari otak berharap dapat lolos ke babak 16 besar usai Paul Pogba memperkecil ketinggalan dua menit setelahnya. Dua menit bisa cetak dua gol. Masak iya bikin satu gol di sisa 10 menit tidak bisa?

Nyatanya memang tidak bisa. Fans MU nyaris saja berteriak gol ketika Konate hampir mencetak gol bunuh diri pada menit terakhir. Untung saja masih nyangkut di kaki Gulacsi.

Wasit kemudian meniup peluit panjang dan MU sukses melakukan comeback ke Liga Europa. MU sepertinya sudah lama mengincar gelar juara Liga Europa setelah musim lalu gagal di semifinal.

MU memang dipastikan tidak lolos meski pertandingan PSG dan Basaksehir ditunda akibat rasisme. Soalnya, andai PSG kalah dari Basaksehir di partai tunda, MU yang poinnya sama tetap kalah head to head dari PSG. Kasihan.

“Kami mulai terlambat. Kami menunjukkan semangat yang luar biasa untuk comeback, tetapi Anda tidak dapat memberi tim (lawan) keunggulan 3-0 dan berharap untuk comeback. Kami tidak beruntung menjelang akhir,” ujar Solskjaer dikutip dari Okezone.

https://twitter.com/ShiboNZNA/status/1336426050792927232

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here