Drama adu penalti kembali terjadi hanya dalam waktu satu hari. Kali ini Kroasia dan Denmark yang mengalaminya, dan harus berakhir dengan kemenangan Kroasia yang cukup dramatis macam iklan-iklan asuransi dari Thailand.

Pertandingan sudah amat sangat seru sejak menit-menit pertama. Baru dimulai beberapa detik saja, Denmark sudah berhasil mencetak gol lebih dulu.

Hasil lemparan ke dalam yang dilakukan ke dalam lapangan disambar oleh banyak warga sekitar yang bergerombol di depan gawang Kroasia. Baik dari warga kampung Denmark maupun warga kampung Kroasia.

Bola lalu jatuh di kaki Thomas Delaney yang langsung utak-atik untuk membuka ruang mencetak gol. Namun, Delaney yang usaha begitu keras, justru Mathias Jorgensen yang menendangnya ke gawang. Untung saja bisa gol.

Bola tendangan Jorgensen sebenarnya pelan saja. Tak sekencang kipas angin Mushola yang sudah disetel paling pol, tapi masih tetap gerah. Tetapi, akibat ramainya kerumunan warga di depan gawang membuat kiper Danijel Subasic jadi terhalangi pandangannya.

Bola memang bisa ditepis walau rada asal-asalan. Tapi kemudian menggelinding masuk ke gawang dengan amat sangat pelan. Sementara pemain Kroasia cuma bisa memandanginya saja.

Gol langsung dirayakan segenap warga Denmark yang rambutnya pada pirang-pirang macam Indomie goreng. Mungkin merasa pertandingan sudah sebentar lagi. Padahal masih ada 89 menitan lagi.

Masih banyaknya waktu tersisa dimanfaatkan Kroasia buat membalasnya. Berawal dari Sime Vrsaljko yang menendang asal-asalan enggak jelas arah, maksud, dan tujuannya. Lalu disapu bersih oleh Henrik Dalsgaard.

Sapuan Dalsgaard malah menggebok temannya sendiri bernama Delaney. Apes banget berada posisi yang tidak tepat. Ibarat kata si Delaney ini ketumpahan kopi yang ketendang bapak-bapak di sebelahnya saat lagi tahlilan.

Bola gebokan itu mengarah ke Mario Mandzukic yang langsung ditembaknya walau posisinya membelakangi gawang. Gol terjadi dan dirayakan dengan khidmat oleh warga Kroasia.

Baru lima menitan sudah terjadi dua gol. Harapannya selama 85 menit ke depan bakal ada 34 gol tercipta jika tiap lima menit ada dua gol. Sayangnya tidak demikian. Sampai menit ke-90 bahkan ditambah jadi 120 tetap saja 1-1. Penonton pun tertipu.

Baik Kroasia dan Denmark sebenarnya berusaha keras untuk mencetak gol. Namun kedua kiper tiba-tiba kerasukan ruh siluman macan. Subasic dan Kasper Schmeichel tampil ganas dan lugas dalam mementahkan peluang-peluang.

Bahkan, Schmeichel menyelamatkan Denmark sampai titik darah penghabisan dengan menepis tendangan penalti Luka Modric di babak perpanjangan waktu, tepatnya menit ke-115.

Ante Rebic yang sudah lolos dari jebakan betmen sendirian melaju ke gawang dan melewati Schmeichel. Bukannya ditendang ke gawang yang sudah kosong, dia malah terjatuh. Maklum, jatuhnya itu disebabkan Jorgensen yang menekelnya dari belakang. Beruntung cuma kena kartu kuning, bukan denda tilang.

Sayang, peluang sudah emas banget bercampur perak, nikel, tembaga, intan, dan batubara malah ditendang amat jelek oleh Modric. Tendangan pelannya mudah sekali dibaca dan ditangkap putra Peter Schmeichel itu yang semalam menonton laga tersebut di stadion.

Akhirnya pertandingan terpaksa dilanjutkan babak adu penalti. Kalau diteruskan lagi entah sampai berapa lama selesainya.

Penendang pertama Denmark, Christian Eriksen, sebenarnya sudah gagal ditepis Subasic. Tapi Kroasia juga malah ikutan gagal. Milan Badelj sepertinya tegang mampus karena beban berada di pundaknya.

Selanjutnya dua penendang Denmark lewat Simon Kjaer dan Michael Krohn-Dehli menjalankan tugasnya dengan baik. Begitu juga dengan pemuda Kroasia bernama Andrej Kramaric dan Luka Modric.

Drama terjadi lagi pada penendang keempat saat Lasse Schoene gagal menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Lucunya Josip Pivaric ikutan gagal juga. Entah ada apa dengan mereka berdua. Begitu saja terus sampai bego.

Kebetulan, Nicolai Jorgensen gagal lagi karena tendangannya bisa ditepis Subasic. Sayangnya kali ini mereka enggak kompakan. Ivan Rakitic selaku penendang kelima bisa bikin gol.

Kemenangan diraih Kroasia dengan susah payah. Wajar kalau perayaannya begitu megah dan semringah.

“Sejauh ini kami bermain bagus, dan menang dalam laga ketat ini. Tetapi Anda harus mengalami saat-saat yang sulit. Kami belum memainkan pertandingan hebat, tidak seperti level tiga laga pertama kami. Keyakinan saya pada pemain saya bahkan lebih kuat setelah pertandingan seperti malam ini,” ucap pelatih Zlatko Dalic dikutip Suara. 

“Dia (Danijel Subasic) adalah pahlawan malam ini. Dia menyelamatkan tiga penalti dalam adu tos-tosan dan Anda tidak akan melihatnya setiap hari. Dia menarik kami keluar malam ini ketika kami membutuhkannya dan selamat kepadanya,” sambungnya lagi.

Sementara kubu Denmark sudah tak bisa berkata lagi. Mau gimana lagi kalau kalahnya adu penalti. Keberuntungan kadang lebih hebat dari skill.

https://twitter.com/DalicZlatko/status/1013581992385040384

Main photo: @UEFAEURO

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here