Laga Arsenal menghadapi FC Koeln (kadang disebut Cologne) sempat mengalami delay macam maskapai penerbangan yang itu. Tapi meski delay selama satu jam, “The Gunners” tetap bisa menang dan tidur nyenyak dengan mata terpejam.

Suasana di London memang meriah cenderung mencekam. Pasalnya, daerah London Utara di sekitar markas Arsenal dipenuhi banyak warga dari Koeln. Para suporter Koeln ini memenuhi area tersebut seolah mereka lah tuan rumahnya.

Bahkan, para suporter yang tak kebagian tiket sempat memaksa masuk sehingga timbul kerusuhan. Enggak jauh beda sama di sini, menunggu jebolan alias Rojali (Rombongan Jarang Beli).

 

Setidaknya ada 20 ribu suporter Koeln di luar Emirates Stadium. Sedangkan alokasi tiket untuk tim tamu cuma 2.900. Kebayang 17.100 sisanya cuma gelar tikar di luar stadion sambil minum teh botol.

Mungkin mereka girang bisa bertemu Arsenal di Liga Europa. Maklum, jarang-jarang Arsenal main di Liga Malam Jumat. Baru kali ini saja dalam beberapa tahun terakhir.

Akibatnya, laga terpaksa diundur selama sejam. Awalnya dimulai pada jam 02.05 WIB, tapi ditunda dan baru Kick Off jam 03.05 WIB.

Penundaan tersebut tak memengaruhi psikologis para pemain tuan rumah. Per Mertesacker dan kawan-kawan masih bisa menang 3-1 atas lawannya yang punya suporter rada brutal itu.

“Saya tidak tahu bagaimana suporter Koeln bisa menekan fans kami. Beruntung petugas keamanan bekerja dengan baik. Kami hanya bisa menunggu kapan pertandingan dimulai, apakah besok atau minggu depan,” kata Arsene Wenger dikutip BBC.

Setidaknya ada lima orang ditahan akibat kerusuhan kecil yang terjadi di sana. Entah siapa saja namanya, yang pasti tak ada orang Indonesia yang jadi biang rusuhnya.

“Saya tak bisa berkomentar soal fans. Saya adalah seorang pelatih, tugas saya adalah mengurus tim, bukan fans,” kata pelatih Koeln, Peter Stoger, menolak bertanggung jawab.

Arsenal kebobolan lebih dulu saat pertandingan baru dimulai delapan menitan. Jhon Cordoba coba-coba melempar manggis, manggis dilempar mangga didapat.

David Ospina yang sempat keluar dari sarangnya untuk menghalau bola, malah jatuh di kaki pemain Koeln yang kemudian diberikan kepada Cordoba. Pemain berusia 24 tahun itu tak perlu lagi melihat Ospina dan gawangnya, cukup pakai feeling saja untuk menendang bola.

Ospina lalu gelagapan bak menghadapi kecoak terbang. Gol pun terjadi setelah bola masuk ke gawang dengan nyaman.

Di babak kedua, barulah Arsenal membalasnya dengan kejam. Tiga gol langsung bersarang begitu saja tanpa bisa dicegah lawannya yang memakai baju berbeda dengan Arsenal.

Sead Kolasinac membuka keran gol usai memanfaatkan tendangan Theo Walcott yang diblok Lukas Kluenter yang enggak terkenal. Bola pantulannya lalu dihajar langsung oleh Kolasinac tanpa amnesti.

Pemain yang belakangan lagi suka ngambekan, Alexis Sanchez, lalu membalikkan kedudukan tak lama setelahnya. Alexis sukses membuat gol hafalan dengan menciptakan tendangan melengkung bak jalanan simpang susun Semanggi.

Hector Bellerin kemudian menambah gol lagi usai memanfaatkan bola muntah. Entah dari muntahannya siapa. Muntahan yang enggak dibersihkan itu dengan sigap disambar oleh Bellerin.

Main photo: @BBCSport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here