Napoli sukses memenangkan laga perdana dengan skor 2-1 usai bertemu dengan lawan yang lumayan berat, Lazio. Ibarat baru mulai main gim, sudah ditemukan dengan raja pertengahan stage. Mainnya di depan warga Lazio pula.

Napoli tampil dengan pelatih baru, Carlo Ancelotti, sekaligus laga perdananya di Italia bersama Napoli. Sayangnya, Ancelotti tidak bisa ikutan tampil di lapangan karena dia hanya seorang pelatih. Meski boleh-boleh saja ikutan main macam Ruud Gullit atau Gianluca Vialli, tapi dia memilih di pinggiran saja.

Belum apa-apa, Napoli sudah kebobolan lewat gol keren Ciro Immobile. Usai menerima umpan paripurna dari Francesco Acerbi, Immobile mengecoh tiga pemain belakang Napoli sekaligus. Tak perlu disebutkan namanya satu-satu, takut malu.

Setelah bikin para bek Napoli patah pinggang, Immobile menembak bola ke pojok kanan gawang Orestis Karnezis. Bola model begitu susah dicegah kiper, kecuali kalau pakai lima kiper sekaligus.

https://twitter.com/InterYaSkriniar/status/1030892905345384448

I Partenopei” mencoba bangkit. Sebuah aksi lari arak-arakan obor Asian Games dari Lorenzo Insigne diakhiri dengan tendangan enggak jelas. Mungkin sudah habis napasnya.

Begitu juga dengan usaha dari Piotr Zielinski. Ternyata masih bisa ditepis oleh tiang gawang dengan nikmat. Arkadiusz Milik pun sempat bikin gol tapi dianulir oleh wasit.

Sampai akhirnya, tiba saat yang ditunggu-tunggu publik Napoli yang kalau namanya dibalik jadi ‘Ilopan’. Umpan standar Jose Callejon mampu dicebok dengan enak pakai kaki, bukan pakai jari tangan kanan, oleh Milik.

Di babak kedua, Napoli akhirnya bisa berbalik unggul. Sebuah operan enggak sengaja dari Allan ternyata sampai ke kaki Insigne. Dengan enak tanpa menunggu matang, pemain mungil meski tak semungil botol minyak kayu putih itu menendangnya sekuat tenaga ke gawang Thomas Stakosha.

Kemenangan ini disambut asyik dengan Ancelotti. Dia sangat bahagia bisa meraih kemenangan di laga debut resminya itu. Padahal, Ancelotti mengaku sempat gugup macam mau ijab kabul.

“Saya sempat gugup di awal, tetapi seiring laga berjalan, kami bisa mengimbangi,” ujar Ancelotti kepada DAZN setelah pertandingan, yang dikutip dari Goal.

“Sungguh jadi hal yang spesial bagi saya, karena Stadio Olimpico adalah rumah saya sebagai pemain saat dulu di Roma. Saya memenangkan banyak laga di lapangan ini.”

 

Main photo: @sscnapoli

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here