Pertandingan sepak bola Asian Games 2018 telah dimulai terlebih dahulu dibanding cabang lainnya. Timnas Indonesia U-23 meraih hasil positif pada laga pertamanya. Melawan Chinese Taipei atau Taiwan, Indonesia menang telak dengan skor 4-0.

Pertandingan sepak bola memang dimulai sebelum opening Asian Games sendiri dibuka. Wajar saja, negara yang berpartisipasi di cabang sepak bola lumayan banyak. Sedangkan waktu Asian Games hanya dua minggu saja. Kalau dimulai berbarengan, bisa-bisa pada meledak betis pemain karena kelelahan bermain setiap hari.

“Garuda Asia” mengawali kiprahnya pada Asian Games 2018 melawan Chinese Taipei pada Stadion Patriot Chandrabhaga yang letaknya di Bekasi. Tentu saja tanding di Bekasi ini harus pakai paspor. Tapi khusus buat WNA saja, kalau WNI tidak perlu.

Pertandingan itu sendiri juga disiarkan melalui televisi nasional. Enaknya memang nonton pertandingan di televisi nasional, mau channel apa juga, Valentino Jebret yang jadi komentatornya. Terkadang saat menonton tiba-tiba berasa sedang ikut kelas motivasi nasionalisme.

Terlebih lagi iklan-iklan yang muncul segede Gaban Dufan. Tiap satu menit nongol pula. Nonton sepak bola sudah seperti nonton Pesbukers. Untung saja para pemain yang sedang di lapangan tidak di-endorese disuruh menenteng-nenteng minuman rasa-rasa.

Pada jalannya pertandingan, Indonesia cukup kesulitan di awal laga untuk menembus pertahanan dari Chinese Taipei. Banyak banget peluangnya tapi bola rasanya masih enggak mau masuk juga.

Hal ini bikin warga se-Indonesia jadi geregetan. Apalagi komentator Bung Jebret yang sudah teriak-teriakan ‘aw-uw-aw-uw’ begitu gemasnya.

Mulai dari Beto Goncalves, Stefano Lilipaly, sampai Ilham Jaya tampak frustrasi gara-gara tak bisa membobol gawang Taipei. Padahal pertahanannya mudah ditebus. Babak pertama pun skor telur terpaksa tidak bisa menetas. Tidak ada yang mengerami juga sebenarnya.

Namun pada babak kedua “Garuda Muda” mulai mengamuk meski tidak sampai mengacak-acak bangku stadion. Indonesia yang terus bermain menekan membuat Chinese Taipei harus kebobolan di menit ke-67.

Berawal dari tendangan bebas Febri Hariyadi di sisi kanan kotak penalti, bola diarahkan menuju tiang dekat. Lilipaly tiba-tiba muncul dan menyentuh bola dengan kepalanya alias menyundul ke pojok gawang. Kiper Taipei bernama Wenchiech gagal menghalau bola yang masuk gawang tanpa permisi.

Selang empat menit kemudian, gol kedua Indonesia kembali hadir yang masih melibatkan Lilipaly. Berawal dari umpan cerdik yang dikirimkannya ke tengah kotak penalti, bola langsung disambar Beto melewati kiper dan masuk ke gawang yang kebetulan buka 24 jam. Indonesia unggul 2-0.

Sudah unggul dua gol, Indonesia makin ketagihan untuk mencetak gol. Hati-hati saja kalau yang adiktif begini, nanti bisa-bisa dilarang pula sama BNN. Lilipaly kembali melanjutkan aksinya dengan sebuah tendangan “jebret jebret jebret ih ya ampun” ketika melakukan salto.

Mungkin pikirnya sudah unggul dua gol, tidak ada salahnya coba-coba bikin gol cantik. Gol ketiga Indonesia tersebut seperti memutus perlawanan Taipei sekaligus membuat komentator mengeluarkan kalimat-kalimat pembangkit semangat.

Berawal dari umpan Febri di sisi kiri, Lilipaly mencoba menyaingi Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale untuk menciptakan gol tendangan sepeda terbalik. Hasilnya tak kalah menawan dengan mereka berdua, ini berarti kualitas Lilipaly dan Ronaldo dan Bale sudah sama. Ya sebelas-dua belas ribu lah.

Indonesia kembali menambah keunggulan menjadi 4-0 pada masa injury time. Usai melewati satu pemain lawan, Hargianto melepaskan tendangan mendatar dari luar kotak penalti.

Laju bola sebenarnya tidak terlalu kencang, namun terarah ke ujung gawang. Bola pun sempat memantul dari tiang satu ke tiang gawang lainnya macam gim Pinball sebelum akhirnya masuk ke gawang. Hingga pertandingan berakhir tidak ada gol lagi yang tercipta

Pelatih Luis Milla mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya bisa bermain lebih baik lagi. Ia menyadari bahwa penyelesaian akhir masih menjadi masalah.

“Saya ingin kemudian tim harus berbenah lagi, harus memperbaiki beberapa hal, ini baru awalan pemain harus rendah hati. Kami baru memulai dan di kepala kami sekarang kami harus memikirkan pertandingan berikutnya,” kata Milla.

Selanjutnya Indonesia akan memainkan pertandingan melawan Palestina pada Rabu (15/8/2018) di Stadion Patriot Chandrabhaga.

Satu kemenangan melawan Chinese Taipei membuat Indonesia kini berada di peringkat kedua di bawah Palestina yang telah memainkan dua laga. Sementara itu di bawah Indonesia, Hong Kong menempel dengan jumlah poin yang sama.

Main photo: celebnews.id

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here