Arsenal secara konsisten melanjutkan performa yang inkonsisten saat menjalani laga tengah pekan Premier League. Menjamu Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, “The Gunners” malah takluk dengan skor tipis 1-2.

Padahal laga ini jadi laga kandang pertama Freddie Ljungberg yang sedang jadi pelatih magang. Tapi hasilnya malah tambah buruk dibanding laga awal. Sebelumnya Arsenal hanya bisa bermain imbang saat melawat ke markas Norwich City.

Sudah pasti fans Arsenal kini jadi bingung mau menyalahkan siapa atas kekalahan ini. Unai Emery sudah dipecat soalnya. Tidak mungkin ia tetap disalahkan. Apalagi menyalahkan Simon McMenemy yang bahkan tidak ada sangkut pautnya sama sekali.

Hasil tersebut membuat Arsenal kini telah menjalani sembilan laga tanpa kemenangan di semua kompetisi. Ini jadi perjalanan terburuk Arsenal sejak zaman Orde Baru alias 42 tahun lalu.

Pada jalannya laga tersebut, Arsenal memang tampak lebih culun dari lawan yang logo klubnya memiliki gambar burung camar terbang melayang macam lagunya Vina Panduwinata.

Sepanjang laga Arsenal menerima 20 tembakan dengan sembilan yang mengarah ke gawang. Bikin geleng-geleng memang performa mereka yang seperti itu. Kacaw sekali.

Tim tamu pun membuka keunggulan di menit ke-36 melalui Adam Webster yang bukan saudaranya Friendster. Memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti, Webster melepaskan tendangan keras ke ujung gawang.

Arsenal baru bisa membalas di babak kedua melalui gol Alexandre Lacazette. Menerima umpan sepak pojok dari Mesut Ozil, Lacazette menanduk bola yang sebenarnya kelihatan asal kena saja.

Tapi bola lantas melambung tinggi dan mengarah ke ujung gawang. Nyaris disambar Kolasinac, untung bola sudah masuk terlebih dahulu jadinya tidak ada tindak pidana pencurian gol.

Mimpi buruk Arsenal datang 10 menit jelang laga usai. Umpan silang Aaron Mooy disambar Neal Maupay dengan sundulan ke tiang jauh. Kalau tangan Bernd Leno panjangnya lima meter mungkin bola bisa dijangkau, sayangnya tidak. Laga pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Brighton.

“Kami dalam situasi yang sulit, kami kalah di banyak pertandingan dan kepercayaan diri menurun. Kami memulai laga dengan datar tanpa energi. Tugas saya untuk membuat mereka agresif dan bermain dengan energi,” kata Ljungberg dikutip dari Detik.

Main photo: @sporf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here