Dunia sepak bola kembali kehilangan pemain penuh pesona. Bukan karena usianya tak panjang, melainkan karena pemain yang satu ini katanya bakal gantung sepatu sebentar lagi. Untung saja bukan gantung diri.

Pemain itu bernama Francesco Totti. Pria tampan nan rupawan asal Italia, makanya lancar berbahasa Italia. Asli ibukota Roma, makanya hanya ada satu klub di hatinya, AS Roma.

Tepat pada 28 Mei lalu, tanggalnya para karyawan kantoran gajian, Totti melakoni pertandingan terakhirnya bersama Roma. Setelah melawan Genoa, pemain berusia 40 tahun itu tak akan lagi bermain untuk Roma, selama-lamanya.

Derai tangis dan kucuran air mata membasahi pipi. Mata berlinang dan basahnya pipi ribuan orang yang menyaksikan langsung perpisahan Totti di Olimpico.

Bahkan jutaan pasang mata yang menontonnya dari televisi. Salah satunya di Indonesia, melalui tayangan streaming karena stasiun televisi di sini payah banget enggak punya siaran langsungnya. Baik yang berbayar maupun yang gratisan. Takut rugi katanya.

Tidak cowok, tidak cewek, semuanya menjadi Hello Kitty, menangis sejadi-jadinya. Mereka rela menangis tanpa dibayar. Demi pemain idola, sang Pangeran Roma.

https://twitter.com/TrollFootball/status/868899049944035329

Sempat banyak yang kecewa saat melihat nama Totti tak ada dalam starting XI I Giallorossi” sore itu. Sebagian ‘KZL’ pada Luciano Spalleti karena tidak memainkannya sejak awal.

Padahal, mereka juga ingin memberikan standing ovation seperti pemain-pemain lainnya yang diganti di tengah pertandingan. Contoh saja John Terry yang ditarik keluar pada menit ke-26, sesuai nomor punggungnya.

Totti juga bisa melakukan hal yang sama. Main sebentar lalu keluar pada menit ke-10, sesuai nomor punggungnya. Namun, Roma, Spalletti, dan Totti ogah ikut-ikutan perpisahan absurd semacam itu. Minta keluar diganti sesuai nomor punggung.

Pasalnya, kasihan kalau ada pemain seperti Gianluigi Buffon, cuma main satu menit doang. Atau Gianluigi Donnarumma yang mengenakan nomor 99, mesti main sampai perpanjangan waktu dulu baru bisa farewell.

Totti ternyata dimasukkan pada menit ke-54 menggantikan Mohamed Salah yang tak pernah benar namanya. Tidak ada filosofi atau makna apapun pada angka 54. Memang suka-suka si Spalletti saja mau dimasukkannya kapan.

Saat itu, Roma dan Genoa masih berbagi angka 1-1. Namun masuknya Totti berdampak positif. Tim yang berkostum merah-merah kayak ati ampela belum digoreng itu menang dramatis dengan skor 3-2.

Setelah pertandingan, barulah pesta perpisahan itu dimulai. Jelas beda dengan farewell di kantor-kantor yang pakai ada traktiran segala. Di Olimpico, Totti mengitari stadion untuk menyapa seluruh penonton.

Tentunya tidak satu-satu disapanya, tapi secara general saja. Kalau disapa satu-satu kelamaan, bisa-bisa keburu datang 10 malam ganjil terakhir bulan Ramadhan.

Di sinilah isak tangis pun pecah. Totti sendiri juga tak mampu menyembunyikan air matanya yang indah itu. Usai melakukan victory lap, bapak tiga anak menyalami pemain Roma satu per satu, baru kemudian melaksanakan pidato perpisahan.

https://twitter.com/OfficialASRoma/status/868935953502674945

“Terlahir menjadi orang Roma dan Romanisti adalah suatu keistimewaan. Menjadi kapten tim ini adalah suatu kehormatan. Kamu (Roma) adalah hidup saya, dan selalu menjadi hidup saya. Saya tidak lagi menghiburmu dengan kaki saya, tapi hati saya selalu ada denganmu,” ujar pemain berkelas dunia itu, dikutip situs resmi klubnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, “Sekarang saya akan menuruni anak tangga dan memasuki ruang ganti yang menyambut saya sebagai anak kecil kemudian pergi meninggalkannya sebagai seorang pria. Saya bangga dan senang bisa memberi cinta selama 28 tahun. Saya cinta kamu, Roma.”

Sebuah cinta yang jarang ada di dunia, setia untuk selamanya. Sangat jarang ada pemain seperti Totti, mengabdi hanya pada satu hati.

Kalau hanya sekadar uang dan piala, dia bisa dapatkan di klub lain seperti Persib dan Arema. Tapi ini bicara soal setia. Tak peduli hanya satu Scudetto, dua Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italia yang ditotal hanya lima gelar saja buat Roma.

Namun, semua orang akan mengingat Totti sebagai seorang maestro. Bukan hanya lewat sentuhan-sentuhan magisnya di lapangan, bukan hanya persembahan satu trofi Piala Dunia untuk tim nasional di Berlin, tapi dia akan diingat karena kesetiaan dan kegantengannya.

Semua orang respek kepadanya. Termasuk pendukung Lazio, musuh bebuyutan yang tak pernah akur dari dulu. Padahal satu kontrakan bareng.

“Ada orang-orang yang tidak normal, juga karier yang tidak normal. Saya melihat sebuah spanduk yang bertuliskan ‘pertarungan sesungguhnya melawan sepakbola modern adalah memakai seragam yang sama selama 25 tahun,” ujar De Rossi, calon kapten Roma berikutnya.

“Setelah 16 tahun, saya akan masuk ke ruang ganti Roma dan dia tidak akan ada di ruang yang sama. Itu tidak akan mudah,” tambah pria dengan dagu brewok itu, dikutip Reuters.

Bahkan pemain-pemain Genoa, sampai minta foto terlebih dahulu sebelum memulai pertandingan kemarin. Lumayan buat dijadikan profile picture di Instagram. Biar eksis bisa foto sama salah seorang pemain terbaik di Italia dan dunia.

Yang lebih keren lagi, Milan memberikan penghargaan buat Totti dengan menyelipkan nama dan nomor punggung Totti saat pertandingan Milan melawan Cagliari. Setiap laga memang sebelumnya disebut nama-nama pemain yang akan jadi starter.

Setelah memanggil Gerard Deulefou yang bernomor punggung 7, sang announcer menyebut nomor punggung 10 dengan nama Totti, diiringi logo Milan yang mendadak berubah jadi logo Roma.

https://twitter.com/acmilan/status/868890754319613953

https://twitter.com/ASRomaEN/status/868876052109676544

Totti memang belum memutuskan apakah akan langsung pensiun dari sepak bola, atau bermain di klub lain. Namun, jika dilihat dari pidatonya usai pertandingan, pria paruh baya itu akan berhenti dari sepak bola karena dalam hatinya hanya ada satu kata, AS Roma.

Memang ada saja warga yang nyinyir kalau Totti dipaksa-paksa pensiun oleh Roma padahal kakinya masih ingin menendang bola. Namun bagaimanapun, usia sudah tak bisa menipu. Mau sampai kapan terus bermain, toh pesta perpisahannya hanya tinggal tunggu waktu saja.

Jika pensiun, Totti kini harus siap menjalani masa hari tuanya. Selain harus ternak teri alias “anter anak anter istri”, ada banyak serial drama Korea yang bisa ditonton.

Selamat menempuh hidup baru, Francesco Totti. Terima kasih atas segala karya indahnya dalam sepak bola menjadi lebih bermakna. Respect!

Main photo: Twitter (@OfficialASRoma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here