Real Madrid resmi mengakuisisi tahta klasemen Barcelona di La Liga. Hal itu mereka dapatkan setelah mengalahkan Celta Vigo dengan skor standar, standarnya Madrid, 4-1. Siapa lagi aktornya kalau bukan Cristiano Ronaldo.

Ronaldo mengawali pesta kemenangan ini dengan sebuah tendangan beberapa senti di luar kotak penalti. Tendangan kaki kirinya dengan tegas menembus gawang Celta yang dikawal Sergio Alvarez. Alvarez cuma berdiri terdiam seperti patung Pancoran.

Pemain yang rambutnya rapi berkat pomade itu tak puas hanya dengan satu gol. Dia nambah lagi di babak kedua usai menerima umpan manis manja dari Isco. Ketegasannya dalam menendang tak pernah diragukan orang, makanya sering masuk ke gawang.

Celta sebenarnya sempat memperkecil ketinggalan setelah John Guidetti membuat gol. Tapi, satu gol Celta langsung dapat balasan yang tak setimpal. Madrid malah bikin dua gol lagi lewat Karim Benzema dan Toni Kroos. Sungguh kejam dan tidak adil.

Sesuai standar aturan La Liga, tim yang menang mendapat tiga poin. Maka, Madrid berhak naik ke peringkat pertama klasemen La Liga, unggul tiga poin dari Barcelona.

Namun, pelatih Zinedine Zidane tak mau sesumbar timnya bisa memenangkan La Liga. Sebelum ada janur kuning berkibar, maka belum ada yang memenangkan perburuan gelar.

Madrid diminta untuk ngegas terus. Ngegas bukan berarti sewot atau marah-marah, tapi terus menekan, ngebut dengan kecepatan maksimal agar janur kuning jadi milik Madrid.

“Setiap tim sudah pasti ingin menjuarai liga. Tapi kami tak boleh mengendurkan gas karena masih ada laga tersisa dan perebutan gelar juara belum selesai,” kata Zidane yang pernah jadi banteng menanduk Marco Materazzi itu.

Sementara itu, sang megazord Ronaldo lebih memilih memuji pelatihnya itu. Menurutnya, Zidane memiliki strategi yang jempolan tanpa cantengan. Salah satunya dengan mencadangkan Ronaldo pada beberapa laga untuk kebutuhan laga-laga akhir musim.

Hasilnya? Tenaga dan kebugaran pemain Portugal itu tetap prima. Gol demi gol diciptakan. Dalam tiga laga terakhirnya dia selalu mencetak gol, totalnya mencapai lima gol. Sudah jadi hobi.

“Ini bagian dari strategi. Pelatih memiliki manajemen yang sangat baik. Sebuah keputusan yang tepat dari pelatih,” ucap pemain ganteng maksimal itu.

Main photo credit: Twitter (@Squawka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here