Oleh: Paundra Jhalugilang

“Iya”. Begitulah jawaban dari judul di atas. Jebolan Grup F yang katanya grup neraka, Prancis, Jerman, dan Portugal tersingkir lebih awal di pergelaran Euro 2020. Mereka sepertinya benar-benar sudah kehabisan tenaga untuk bertarung di babak 16 besar.

Memang banyak yang beranggapan kalau ketiga tim yang pernah juara Euro itu tersingkir karena kehabisan tenaga usai bertarung di babak penyisihan grup. Namun, banyak juga yang nyinyir dengan nada sumbang:

“Emang tim lain di grup lain mainnya 2×15 menit?”

“Emang tim lain mainnya cuma 2 kali di grup?”

“Semuanya juga capek kali.”

Well, memang sah-sah saja sih berkomentar demikian. Namanya juga netizen, bebas. Namun, perlu kita analisa juga lebih jauh menggunakan data. Betulkah mereka benar-benar kelelahan di babak grup?

Sepertinya banyak yang tidak sadar kalau Grup F ini waktu istirahatnya paling sebentar di antara grup-grup yang lain. Selain itu, jeda istirahat kontestan Grup F ke babak 16 besar juga yang paling sebentar.

Seperti kita tahu, jadwal turnamen seperti ini memainkan pertandingan berurutan dari Grup A, Grup B, sampai terakhir Grup F. Grup F, sangat disayangkan, memang harus menerima tampil paling akhir. Tapi start memulai babak gugurnya juga akan lebih cepat karena bakal ditaruh sama dengan lulusan grup lain.

Grup C dan Grup F merupakan grup yang waktu pertandingannya hanya berjeda 4 hari-4 hari saja. Berbeda dengan grup-grup lainnya, ada yang punya jeda sampai 5 hari.

Saya pun sudah menghitung total hari istirahat tim-tim kontestan babak 16 besar. Hasilnya, Swiss, Inggris, dan Ukraina merupakan tim yang paling punya banyak waktu istirahatnya, yakni sampai 16 hari.

Image

Swiss dan Ukraina memiliki jeda istirahat dari laga pertama ke laga kedua sebanyak 4 hari. Begitu juga ke laga ketiga 4 hari. Namun, mereka memainkan babak 16 besar rada belakangan, sesuai kocokannya. Keduanya punya jeda istirahat sampai 8 hari.

Sedangkan Inggris, punya jeda 5 hari setelah memainkan laga pertama ke laga kedua. Lalu berjeda 4 hari ke laga ketiga, dan 7 hari istirahat untuk memulai babak 16 besar.

Fakta menarik lainnya, 5 tim yg lolos ke perempat final merupakan tim yang paling banyak punya waktu istirahatnya. Yaitu Swiss, Ukraina, Inggris, Belgia, dan Italia. Sebuah kebetulan kah?

Entah bisa dibilang kebetulan atau tidak, tapi faktanya demikian. Dari 5 tim paling sedikit waktu istirahatnya, hanya Ceko yang mampu lolos. Itu juga sebenarnya karena Belanda juga memiliki waktu istirahat yang sama. Ditambah ada sedikit “keberuntungan” karena Belanda terkena kartu merah.

Dan you know what, Portugal merupakan tim yang memiliki waktu jeda istirahat paling sedikit di antara kontestan lainnya, yakni hanya 12 hari.

Memang sial itu Portugal. Waktu istirahat di penyisihan hanya berjeda 4 hari, lalu untuk tampil lawan Belgia juga hanya punya waktu 4 hari istirahat dari laga terakhir mereka di penyisihan grup, lawan Prancis pula. Kasihan banget.

Kontestan Grup F lainnya, Prancis, juga hanya punya waktu total 13 hari. Jerman agak mendingan, bisa sampai 14 hari. Namun siapa lawan mereka di 16 besar? Benar sekali, Inggris, yang punya waktu istirahat lebih banyak 2 hari dari Jerman.

Ketika keduanya berduel, memang terlihat Inggris tampil lebih baik dari Jerman. Jerman seperti kehabisan ide, bingung mau membongkar pertahanan Inggris dari mana.

Di babak kedua, Gareth Southgate memasukkan Jack Grealish yang terus-terusan disimpan untuk jadi pembeda di laga-laga penting seperti ini. Sebuah kartu AS yang pas.

Ada satu faktor lain yang bikin Prancis, Jerman, dan Portugal tampil memble di 16 besar. Mereka bertiga benar-benar masih bertarung sampai laga ketiga!

Seperti diketahui, Hungaria ternyata memberi perlawanan berarti hingga tim yang lolos dari Grup F mesti ditentukan sampai laga terakhir.

Berbeda dengan grup-grup lainnya, minimal di laga kedua mereka sudah punya 1 tim yang lolos ke fase gugur, Grup A dan Grup D bahkan sudah meloloskan 2 wakilnya. Jadi pas laga ketiga sudah ongkang-ongkang kaki, santai kayak di pantai.

Belanda, Italia, Belgia, dan Inggris pun melakukan rotasi di laga ketiga. Mengistirahatkan beberapa pilarnya, paling parah ya Italia. Sampai kiper-kipernya pun diganti.

Bagaimana dengan Prancis, Jerman, Portugal, dan Hungaria? Waw, mereka mesti memainkan pemain-pemain andalannya sampai di laga terakhir. Itu saja, beberapa pemain Jerman sudah mengalami cedera dan absen latihan macam Thomas Mueller, Mats Hummels, Ilkay Gundogan, dan Robin Gosens.

Jadi, jelas lah bahwa Grup F ini benar-benar neraka dan menguras tenaga. Ditambah waktu persiapan mereka untuk menjalani babak 16 besar juga tidak banyak.

Dalam turnamen seperti ini, punya waktu 1 hari istirahat saja itu sudah berkah tersendiri. Selain bisa mengistirahatkan fisik, tentu persiapannya juga semakin matang. Pelatih juga punya waktu lebih untuk memutuskan siapa pemain yang paling pas untuk dimainkan.

Bagi kita para netizen, mungkin kelihatannya sepele. “Ah, enggak ngaruh kali. Kalo cape ya gak usah main bola. Namanya juga main bola pasti cape.”

Tapi bagi mereka, jelas tidak sesepele itu, Ferguso.


Paundra Jhalugilang

Penulis adalah pemuda harapan bangsa yang biasa-biasa saja. Bekas wartawan tanpa pengalaman yang melihat sepakbola dengan penuh pesona.

SHARE
Previous articleBelgia Ingin Juara, Memangnya Bisa?
Next articleSwiss Sampai Penalti Lagi, Tapi Spanyol Lebih Hoki
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here