Liverpool dengan ke-Salah-annya memang secara mengejutkan bisa menembus babak final Liga Champions musim ini. Namun pada musim ini, bukan hanya Mohamed Salah yang tampil bersinar macam lampu Warteg Kharisma Bahari di malam hari. Sadio Mane serta Roberto Firmino melengkapi trio maut lini serang Liverpool.

Pada sektor tengah dan bertahan pun para pemain yang sejatinya biasa-biasa saja menjadi ter-cover oleh tiga nama di atas. Liverpool menjadi salah satu tim yang sangat menakutkan di musim ini dengan permainan cepatnya di bawah asuhan Jurgen Klopp.

Keperkasaan “The Reds” itu kemudian menjadikan salah satu pemain bertahan mereka sedikit congkak. Bukan permainan tradisional yang menggunakan biji-bijian, namun sedikit sombong dengan mengatakan bahwa Liverpool adalah salah satu tim terbaik di dunia saat ini.

Padahal meraih satu gelar pun belum pada musim ini. Meski akan bermain di final Liga Champions, tapi mereka belum tentu akan memenangkannya kecuali bandar sudah berkehendak. Hati-hati nanti malah kecewa jika kalah karena sombong duluan.

Semoga saja mereka juga tidak berakhir menjadi headline majalah Hidayah dengan judul “Akibat Sombong, Satu Tim Ini Mengalami Keram Kuku Kelingking Tangan Kanan”.

Lovren tak bermaksud sombong, tapi ingin menunjukkan bahwa timnya tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membangun tim dan lolos ke final. Tapi dengan kekompakan serta didukung kekuatan bulan macam Sailor Moon, Liverpool mampu melakukannya.

“Ada tim yang belanja jor-joran membeli pemain dari berbagai penjuru dunia, tetapi ini bukan soal uang. Ini adalah soal rekan-rekan setim Anda,” ujar Lovren seperti dikutip dari Liputan6.

Liverpool memang mengakhiri musim 2017/2018 ini dengan prestasi yang terbilang nayamul alias lumayan. Pada klasemen Liga Inggris, mereka berakhir di posisi keempat dan tetap dapat mengikuti Liga Champions otomatis di musim depan apabila mereka tidak juara.

Mereka pun berpeluang menambah koleksi trofi Liga Champions mereka menjadi enam. Namun dengan satu syarat, yaitu mengalahkan raja terakhir yang berbentuk Real Madrid. Beda kalau di gim Tekken, raja terakhirnya biasanya adalah Heihachi. Partai final Champions sendiri baru akan digelar pada 26 Mei nanti di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev.

“Kami punya tim kuat yang bisa dibandingkan dengan setiap tim dari seluruh dunia. Kami telah menunjukkanya di Liga Champions,” ungkapnya.

Lovren pun memberikan sedikit bocoran persiapan timnya untuk menghadapi laga final nanti. Ia mengatakan Liverpool telah merancang sejumlah program khusus yang tidak mengikuti pola Kurikulum Berbasi Kompetensi alias KBK. Salah satu program tersebut adalah mereka akan berangkat ke Spanyol untuk melakukan pemusatan latihan.

“Kami sekarang akan beristirahat lalu pergi ke Spanyol untuk merekatkan tim, dan kami lalu akan siap menghadapi partai Final,” jelas Lovren. “Yang terpenting adalah kami mengalahkan Brighton dan kami bisa masuk Liga Champions lagi. Semua pemain layak mendapatkannya. Setiap musim, semakin sulit masuk ke empat besar,” tambahnya.

https://twitter.com/VintageFirmino/status/991800710412079104

Main photo: sports360.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here