Arsenal kembali meraih trofi di bulan Agustus ini setelah mampu menaklukkan Liverpool di laga FA Community Shield. Bertanding di Stadion Wembley, Arsenal menang adu penalti dengan skor 5-4 usai imbang 1-1 di 90 menit.

Tercatat ini jadi kali kedua Arsenal meraih trofi di era new normal. Makin berprestasi mereka.

Bahkan hanya dalam jarak 28 hari saja, mereka dua kali angkat piala.  Arsenal yang dulu bukan lah Arsenal yang sekarang kalau kata Tegar Septian.

Community Shield sendiri merupakan laga antara pemenang Premier League melawan juara FA Cup. Kalau di negara lain seperti Supercoppa Italiana atau Supercopa de Espana

Bukan laga yang serius-serius amat memang. Kalau motor macam sedang dipanasin pagi hari saja, belum gaspol menembus kemacetan ibukota. Begitu pun bagi tim yang bermain. Biasanya hanya untuk pemanasan di pra-musim.

Ternyata Arsenal serius sekali mainnya di laga itu. Sepertinya mulai ketagihan angkat piala mereka setelah juara FA Cup.

Asal ada piala dengan kata FA-nya, Arsenal memang jago. Mungkin FA ini singkatan For Arsenal jangan-jangan.

Baru 12 menit laga berjalan, Arsenal dengan seragam keramiknya, sudah unggul berkat sepakan keras Pierre-Emerick Aubameyang dari luar kotak penalti. Kencang sekali tendangannya. Jauh lebih kencang dibanding kecepatan internet Ind*home sepertinya.

Skuat asuhan Mikel Arteta bahkan beberapa kali mengancam gawang Liverpool yang belum pasang mode duduk tegap kalau main PS, tanda serius. Namun babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk Arsenal.

Pada babak kedua, Liverpool mencoba lebih menekan. Alhasil mereka mendapatkan gol di menit ke-73 lewat si pemain jejepangan, Takumi Minamino. Bola liar di kotak penalti Arsenal mampu dimaksimalkan Minamino dengan menaklukkan Emi Martinez.

Sempat saling bertukar serangan di sisa waktu, laga 90 menit berakhir imbang. Pertandingan lantas langsung dilanjut adu penalti karena kalau adu suit sepertinya tidak seru jadinya.

Dua penendang masing-masing klub mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sial bagi Rhian Brewster yang baru masuk di injury time untuk menjadi penendang penalti, justru gagal melakukan eksekusi.

Tendangannya yang cukup keras mampu ditepis tiang gawang tanpa bergerak sedikit pun. Jago sekali tiang gawang. Sisa penendang kedua tim sendiri mampu mencetak gol, sehingga skor 5-4 menjadi milik Arsenal.

 “Mereka bersedia berbuat lebih banyak dan saya sangat senang dengan bagaimana mereka berkompetisi dalam permainan. Mereka menunjukkan arah bermain melawan tim ini tanpa rasa takut,” ujar Mikel Arteta, dikutip dari Detik. 

Sementara Jurgen Klopp membela Brewster yang gagal mencetak gol di laga itu. “Saya tidak melihat dia pernah gagal penalti sejak kami bekerja bersama. Namun hari ini itu terjadi; begitulah adanya. Menghadapi kekalahan dalam sepak bola selalu merupakan pelajaran yang sangat penting. Kami semua tidak ada yang sempurna,” ujar Klopp.

Main photo: @eddiespikaagaba  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here