Bekas pemain Liverpool, Juventus, dan Paris Saint-Germain (PSG), Mohamed Sissoko, resmi bergabung dengan Mitra Kukar. Pemain berkulit hitam doff itu melengkapi pemain-pemain kulit hitam lainnya seperti Michael Essien, Carlton Cole, dan Peter Odemwingie.

Bukan bermaksud rasis, tetapi memang kebetulan saja pemain-pemain yang direkrut tim-tim peserta Liga 1 GO-JEK Traveloka (GO-LOK) memang berkulit hitam semua. Tak ada maksud tidak ingin merekrut pemain kulit putih atau gimana.

Sissoko memang nasibnya terkatung-katung setelah dipecat dari Ternana hanya dalam kurun sebulan saja. Kesempatan itu langsung disambar Mitra Kukar bagai kucing menyambar paha ayam KFC.

Mitra Kukar tak mau kalah dengan Persib Bandung dan Madura United yang lebih dulu menggaet pemain kelas dunia. Mereka merekrut Sissoko dengan status marquee player, statusnya bukan disamakan atau diakui.

Hasil gambar untuk sissoko mitra kukar
RESMI: Sissoko main di Kalimantan. (Source: Republika)

Namun, Sekretaris Mitra Kukar, Trias Slamet, masih malu-malu mengungkapkan berapa nominal kontraknya. Maklum, di Indonesia memang begitu, rada susah bicara soal gaji karena takut dibilang tidak etis. Belum lagi kalau ada yang sirik.

“Soal nilainya ada standarnya. Kami tak bisa ungkapkan di sini, ini bukan soal malu atau tidak tapi kami berusaha menjaga privasi pemain saja. Jadi cukup kami berdua yang tahu, kalau nilainya masih di bawah Rp 10 miliar,” ujar Trias dikutip Goal.

Sementara itu, pelatih Jafri Sastra yang namanya sastra banget itu berharap kedatangan pemain bertinggi badang 191 cm itu bisa memberikan kontribusi maksimal buat Mitra Kukar. Apalagi, dia berstatus mantan pemain klub kelas dunia macam Liverpool, Juventus, dan PSG.

Keahliannya dalam merebut bola dan menekel lawan bisa jadi suri tauladan bagi gelandang-gelandang Mitra lainnya seperti Bayu Pradana dan Oh In Kyun.

“Saya ingin Sissoko bisa cepat beradaptasi di sini. Pemain lama juga beradaptasi dengan Sissoko. Bagaimanpun dia pemain yang punya kelas Eropa dan dunia. Jadi akan ada hal baru darinya buat pemain lama,” ujar Jafri.

Hasil gambar untuk sissoko mitra kukar
Salam super, bukan salam MLM. (Source: Jawa Pos)

Sissoko sendiri mengaku tak sulit membuat keputusan. Hanya dalam hitungan detik, entah berapa detik, langsung bikin keputusan setelah mencari tahu negara ini. Tentu saja carinya via Google, tak mungkin via Friendster.

Rupanya, Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim jadi salah satu alasan Sissoko untuk mau main di Indonesia.

“Memang saya ada masalah pribadi dengan Ternana. Tapi itu sudah berlalu dan sekarang saya ingin menatap masa depan serta membantu tim ini. Saya mencari melalui Google dan ternyata Indonesia negara mayoritas muslim, itu jadi salah satu alasan saya,” kata pemain berusia 32 tahun itu.

Saking semangatnya, pemain berkebangsaan Mali itu kabarnya sudah langsung latihan bersama tim barunya. Semoga sukses, Mohamed!

Main photo credit: Sportal.co.nz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here