FIFA resmi menjatuhkan skors kepada sang Megazord, Lionel Messi, sebanyak empat laga kualifikasi Piala Dunia. Keputusan tersebut dijatuhkan gara-gara pemain Argentina itu bersikap kurang baik kepada wasit. Messi kini sudah jadi bad boy.

Aksi yang tak patut dicontoh anak kecil itu terjadi saat Argentina bertamu ke rumahnya Cile, pekan lalu. Meksi mencetak gol tunggal kemenangan “Tim Tango”, Messi rupanya ‘KZL’ dengan hakim garis yang bernama Marcelo van Gasse.

Gara-garanya, Messi yang cat rambutnya sudah luntur dan kini rambutnya sudah hitam kembali itu melakukan pelanggaran terhadap pemain Cile. Tak terima, dia lalu marah-marah ke hakim garis.

Messi terlihat kesal dan cukup berlebihan. Mulutnya komat-kamit kayak Mbah Dukun baca mantra di lagunya penyanyi dangdut, Alam. Entah apa yang diucapkannya, orang Indonesia tak ada yang mengerti karena dia bicara pakai bahasa latin.

Rupanya tak sampai di situ saja. Seusai pertandingan, Messi kembali menghampiri Van Gasse dan lagi-lagi berbicara sesuatu dengan memasang raut muka yang jengkel, macam pengendara motor yang kena hujan padahal sedikit lagi sampai ke tujuan.

Messi bahkan tak mau berjabat tangan dengan Van Gasse. Padahal, dua wasit lainnya dia salami dengan penuh kasih sayang. Untungnya tak sampai dicium tangannya kayak anak sekolah pamit pulang kepada gurunya.

FIFA rupanya aware dengan kejadian itu. Mereka langsung melakukan investigasi dan berasumsi kalau si megabintang itu mengeluarkan kata-kata kasar. Contoh kata-kata kasar misalnya, “aspal”, “tembok yang belum diaci”, sampai “kulitnya tukang bangunan”.

FIFA akhirnya berhasil menemukan jawabannya. Mereka langsung menjatuhkan hukuman empat laga serta denda 10 ribu franc Swiss (sekitar Rp 135 juta). Lumayan banyak juga, seharga mobil Toyota Calya.

“Lionel Messi dinyatakan bersalah melanggar art. 57 FDC (Kode Disiplin FIFA) karena melontarkan kata-kata melecehkan terhadap asisten wasit. Sebagai hasilnya, Lionel Messi akan diskors empat laga resmi dan disanksi denda sebesar 10.000 franc,” tulis pernyataan resmi FIFA seperti dikutip Soccerway.

Alhasil, pemain yang usianya sudah 29 tahun itu akan absen melawan Bolivia, Uruguay, Venezuela, dan Peru. Dia cuma bisa main di laga terakhir melawan Ekuador beberapa bulan lagi.

Main photo credit: Goal

SHARE
Previous articleGabigol Dapat Kenyamanan yang HQQ di Milan
Next articleKasihan, VAR Bikin PHP Prancis Sampai Dua Kali
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here