Pelatih Sevilla bernama Jorge Sampaoli dikabarkan mulai labil dengan isu kandidat pelatih Barcelona. Meski awalnya sok cool bahkan dengan tegas menolak ke Camp Nou, pelatih berkepala botak mutlak itu katanya mulai memikirkan peluang tersebut.

Sampaoli memang disebut-sebut sebagai kandidat kuat pelatih Barca setelah Luis Enrique memilih mundur cantik dan teratur pada akhir musim nanti. Pelatih yang aslinya berasal dari Argentina itu dianggap sukses membawa Sevilla menduduki peringkat ketiga La Liga, tak mau kalah dengan Real Madrid dan Barcelona.

Bukan hanya itu saja, Sampaoli pernah berjaya bersama timnas Cile meraih gelar Copa America 2015 serta tampil berkilau bak rambut bintang-bintang Sunsilk. Prestasi itulah membuatnya menempati posisi teratas dalam polling yang melibatkan suporter Barcelona.

Berdasarkan polling tersebut, bukan Ahok atau Anies Baswedan yang difavoritkan, tapi justru Sampaoli yang menempati akuntabilitas dan popularitas paling tinggi mencapai 40 ribu suara.

Peluang Barca sendiri dalam menggaet pelatih berusia 57 tahun itu cukup besar karena kontraknya cuma sampai 2018. Sampaoli dikabarkan masih ingin perpanjangan kontrak dan naik gaji.

Sampaoli pun sempat angkat bicara terkait isu ini. Dia menegaskan tak akan merapat ke kota Barcelona. Mungkin mau ke kota itu kalau cuma sekadar plesiran dan cari tukang pijet. Bahkan, Sampaoli sampai berani bawa-bawa nyawa. Padahal hanya Tuhan yang boleh berkehendak kapan seseorang harus mati.

“Saya terkoneksi dengan proyek ini di Sevilla sampai mati,” ujar Sampaoli ketika itu, beberapa waktu lalu.

Namun, seperti dikutip Football Espana, Sampaoli katanya mulai berubah pikiran usai Sevilla tersingkir dari Liga Champions. Dia mulai seperti ABG labil yang bingung menentukan masa depan. Untung saja tak sampai bonceng tiga dengan paha ke mana-mana.

Sesekali pikiran menjadi pelatih klub jago mutlak seperti Barcelona mungkin terlintas di kepalanya yang makin hari makin licin itu. Tapi, semua itu tentu saja baru gosip dan “katanya”. Apalagi media-media luar pandai memunculkan isu agar sang korban dapat terpengaruh dengan pemberitaan di media.

Main photo credit: e-know.info

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here