Delegasi La Liga untuk Indonesia, Rodirgo Gallego, meresmikan pembukaan liga musim 2019/2020 dengan menyematkan elemen lokal yaitu batik Parang. Motif ini dinilai memiliki filosofi yang sejalan dengan nilai-nilai sepak bola yang diusung La Liga.

La Liga musim 2019/2020 sendiri telah berjalan sejak bulan Agustus lalu dan kini memasuki pekan ketiga.

Menyambut musim baru, tentu promosi terus dilakukan oleh La Liga untuk memperkenalkan sepak bola Spanyol ke dunia, tak terkecuali Indonesia. Sama seperti liga-liga top Eropa lainnya, pasar Asia jadi salah satu tujuan utama, tak terkecuali Indonesia.

Acara persemian musim 2019/2020 sendiri sudah dilakukan di 35 tempat di berbagai belahan dunia. Sementara di Indonesia, persemian dilakukan dengan menyematkan tema batik Parang.

Motif batik parang sendiri memiliki makna selalu berusaha dan tak pernah menyerah. Hal ini dianggap sejalan dengan nilai utama yang diusung dalam sepak bola.

“Sejak pertama kali La Liga lahir di Indonesia pada 2017 silam, kami selalu berusaha menemukan cara terbaik untuk menjangkau penggemar. Pada musim ini kami menggabungkan elemen batik dengan La Liga,” ujar Rodrigo Gallego, delegasi La Liga Network Global Indonesia.

“Kami harap dapat menegaskan komitmen kami untuk lebih dekat lagi dengan Indonesia. Batik Parang juga memiliki filosofi yang sama dengan nilai utama yang diusung sepak bola dan La Liga.”

La Liga sendiri kedatangan tiga tim promosi dari Segunda Division. Seperti musim-musim sebelumnya saja, ada yang degradasi, ada yang promosi.

Tidak banyak-banyak, hanya tiga saja yang boleh masuk ke kasta atas lewat jalur prestasi sebagai tiga peringkat teratas. Tidak ada jalur mandiri atau jalur undangan macam masuk kuliah. Ketiga tim tersebut adalah Osasuna, Granada, dan Real Mallorca.  

Untuk menyajikan pengalaman menikmati sepak bola, La Liga juga meningkatkan kualitas penyiaran mereka ataupun teknologi untuk musim 2019/2020 nanti.

Pada musim ini total sudah 11 stadion La Liga yang menggunakan teknologi kamera aerial. Teknologi ini memungkinkan kita untuk melihat tayangan pada pertandingan dari tampak atas.

Selain itu ada juga teknologi yang membuat kita melihat replay dengan jangkauan 360 derajat. Dari sisi manapun jadi terlihat. Kecuali sambil memejamkan mata, baru tidak terilhat. Ada delapan stadion di La Liga yang menggunakan teknologi tersebut.

Produksi siaran dengan kualitas mencapai 4K cinematic kini juga telah menjadi fitur permanen untuk siaran La Liga. Gambar yang dihasilkan tentu begitu tajam. Tapi tetap saja meski tajam, tidak bisa kalau digunakan untuk memotong rambut. Kalau mau seperti itu lebih baik ke tukang cukur, jangan berharap dapat potongan bagus setelah nonton La Liga.

Main photo: Bolatory

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here