Oleh: Lewi Adriel

Minggu kemarin warga media sosial alias netizen digegerkan dengan hengkangnya bintang AS Roma, Francesco Totti. Belum jelas ke mana dia akan pergi. Yang jelas tidak mungkin dia dikontrak Persikota empat tahun dengan kontrak senilai tiga stiker LINE. Penghargaan buat legenda Roma itu ditulis di ratusan kabar dan portal berita online, inilah yang membuat netizen geger.

Namun, kenyataannya bukan hanya Totti yang pensiun dari klub yang ia bela puluhan tahun itu. Ada John Terry, yang usianya ganjil 37 tahun, telah memutuskan cabut dari klub yang dia bela selama 20 tahunan, Chelsea.

Keputusan ini menurut Terry, merupakan keputusan yang sangat berat. Seberat menggotong truk semen sambil jalan jongkok dengan mata ditutup. Tapi lebih berat lagi jika diputusi pacar dan ditinggal kawin.

Dilansir dari situs resmi Chelsea, JT, akrab disapa begitu, tidak pensiun dari dunia olah bola. Tetapi ia ingin mengikuti jejak rekan setimnya, Frank Lampard.

“Saya cukup kecewa kemarin ketika saya dengar berita dan saya bicara dengan Frank. Ini adalah akhir sebuah era dengan Steven Gerrard dan Lampard, cepat atau lambat, saya akan jadi yang berikutnya,” katanya kepada Talksport.

Bersama Chelsea, Terry merupakan kapten paling sukses. Dia mengoleksi empat piala Liga Primer, lima Piala FA, tiga Piala Liga, satu piala Liga Champions, satu Piala Europa League, dua sendok makan garam, tiga butir telur, lalu aduk hingga rata. Sayonara, Legend!

Hasil gambar untuk lahm terry
Pidato perpisahan Terry. (Source: Racing Post)

Selain Terry, ada juga Phillip Lahm. Pria bertubuh mungil dari negara bir ini malah lebih ekstrim daripada Terry dan Totti. Pada usianya yang baru menginjak 33 tahun, Lahm memutuskan untuk gantung sepatu. Biar kering, soalnya baru dicuci.

Berbeda dengan Totti dan Terry, Lahm dengan tegas berkata bahwa ia merasa tidak dapat mempertahankan performa apiknya sampai lebih dari musim ini. Sehingga ia memutuskan untuk pensiun dini. Sayang sekali, Lahm.

Meski bujuk rayu sudah dilakukan pelatih Carlo Ancelotti, tetap saja keyakinan Lahm buat pensiun begitu kuat. Tekadnya begitu bulat, sebulat huruf “O” di lagunya Young Lex, “O Aja Ya Kan”.

Lahm juga berjanji akan tetap menjadi penggemar Bayern Munchen. Bersama raksasa Jerman itu, sang Kapten Mungil berhasil membawa pulang tujuh gelar juara Bundesliga, satu trofi Liga Champhions, dan enam piala DFB Pokal.

Hasil gambar untuk lahm terry
Perpisahannya Lahm. (Source: Flipboard)

Pensiunnya tiga legenda dari masing- masing tim yang mereka bela merupakan pukulan keras bagi dunia persepak bolaan meski kalau dalam dunia game online, tidak terlalu pengaruh. Paling-paling di dunia FIFA atau PES saja, berarti buat orang yang tim jagoannya Muenchen, siap-siap kesulitan cari bek kanan di formasi default.

Dalam tolok ukur respektif, tiga pemain ini merupakan sisa-sisa peninggalan dari orang- orang yang setia membela satu klub selama mereka menjadi seorang pemain. Namun, kenapa hanya Totti yang sepertinya mendapat ucapan perpisahan begitu haru dari warga sepak bola?

Bisa jadi karena klubnya tak sebagus Chelsea dan Bayern Muenchen di mana ada segudang prestasi yang diraih selama Terry dan Lahm berada di sana. Sedangkan Roma, seumur-umur Totti di sana cuma dapat lima piala sehingga tingkat loyalitasnya lebih teruji.

Entahlah. Mungkin ada alasan kuat lebih dari itu. Yang pasti, perpisahan-perpisahan tersebut mesti ditutup pada tahun 2017. Sungguh terlalu.

Main photo: IB Times India


Lewi AdrielLewi Adriel

Pemuda penggemar Chelsea dan Didier Drogba, yang penting bisa bahagia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here