Skuat Indonesia pada gelaran AFF U-19 sejauh ini terlihat lebih menjanjikan daripada prospek MLM. Tergabung di grup A bersama tim kuat macam Vietnam dan Thailand, Indonesia terus melaju dan meraih kemenangan. Dari empat pertandingan yang dijalani, “Garuda Muda” sukses melibas habis semua laga dan meraup poin penuh di semua laga.

Mental yang tangguh diperlihatkan “Garuda Muda” sepanjang gelaran laga yang telah dilewati. Paling terlihat adalah ketika Indonesia menghadapi Filipina di laga ketiga. Indonesia yang tertinggal 0-1 hingga menit ke-80 terus menunjukan determinasi untuk menyerang. Hasilnya empat gol berhasil mereka sarangkan di sisa waktu pertandingan.

Bahkan lawan ‘sesungguhnya’ yang baru mereka rasakan ketika berhadapan dengan Vietnam, bisa dilewati oleh timnas Indonesia meski hanya menang dengan skor jas hujan 10 ribuan alias tipis 1-0.

Kebuntuan Indonesia baru pecah di menit ke-81. Todd Rivaldo yang baru dimasukan membuat sebuah penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tendangan yang masih bisa ditepis tiang gawang.

Bola rebound kemudian dimanfaatkan Rafli Mursalim dengan mencetak satu-satunya gol pada laga tersebut. Vietnam yang mengepung pertahanan Indonesia di sisa pertandingan, terlihat kesulitan untuk menembus pertahanan “Garuda Muda” hingga pertandingan berakhir.

Kualitas skuat Indonesia U-19 juga merata dari depan hingga ke depan. Terbukti dari empat pertandingan, gawang Indonesia hanya bergoyang tanpa iringan lagu “Lagi Syantik sebanyak satu kali.

Lini serang Garuda Muda sendiri sudah merasakan 10 kali selebrasi di dekat gawang lawan. Kalau di dekat gawang sendiri biasanya membuat bunuh diri dan jarang yang melakukan selebrasi.

Laga berat dipastikan akan tersaji ketika berhadapan dengan Thailand. Sebab tim “Gajah Putih” memiliki lini serang yang lebih agresif dengan telah mencetak 14 gol dan belum sekalipun memungut bola dari gawang.

Keberhasilan Indonesia juga tidak terlepas dari kejelian pelatih Indra Sjafri yang terus melakukan rotasi pemain. Kepercayaan yang diberikan oleh pelatih tentunya akan meningkatkan mental para pemain yang sering mendapat menit bermain.

Alhasil kedalaman skuat Indonesia tetap terjaga. Ketika satu pemain tidak bisa bertanding, Indonesia tidak harus pusing merubah strategi dan lain-lain karena pelapis pun memiliki kualitas yang terbilang sama.

“Menjadi pelatih usia muda harus memiliki keberanian-keberanian untuk memberikan kesempatan pada pemain lain. Kalau saya menuruti egoisme saya, ya, saya akan menyusun pemain yang sama (pada setiap pertandingan), tetapi ‘kan tidak adil,” kata Indra dikutip dari Kumparan.

Selain itu faktor tuan rumah juga tentu banyak berpengaruh pada mental para pemain Indonesia. Dukungan ribuan fans yang selalu memadati stadion tentu membuat mental lawan jadi sedikit kicep.

Namun hal yang perlu diwaspadai justru faktor internal Indonesia itu sendiri. Egy “Messi” Maulana Vikri dikabarkan telah bergabung saat pemusatan latihan di Yogyakarta. Jangan sampai nama besar Egy justru membuat tim yang sudah solid menjadi terganggu. Hal yang pernah terjadi pada Messi asli ketika membela timnas Argentina.

Hal tersebut sebearnya sempat disadari betul oleh pelatih Indra Sjafri acap kali melakukan konferensi pers. Pada satu kesempatan, Indra Sjafri meminta wartawan agar jangan terus menanyakan Egy karena menurutnya sama saja dengan tidak menghargai pemain lainnya.

Pada laga terakhir sendiri Indonesia yang sudah pasti lolos ke semi final, akan berhadapan dengan Thailand untuk memperebutkan posisi juara grup. Apabila bisa mempertahankan performa dan menjaga mental seperti di laga-laga sebelumnya, bukan tidak mungkin Indonesia kembali meraih kemenangan di laga terakhir grup. Hasil imbang akan membuat kedua tim dipastikan melaju ke babak semifinal.

Sementara peluang lolos ke semifinal dari grup B paling besar dimiliki oleh Myanmar dan Malaysia. Kedua tim sama-sama mengumpulkan tujuh poin hasil dua kali menang dan sekali imbang. Kedua tim akan bertemu juga di laga terakhir. Apabila imbang, Myanmar yang akan menjadi juara grup karena dihitung atas selisih gol.

Melihat performa keempat tim yang akan melaju ke babak selanjutnya, hanya Indonesia dan Thailand yang belum menelan kekalahan. Pertemuan kedua pun bisa kembali terwujud di final apabila keduanya berhasil menang di semi final.

https://twitter.com/ilhmsp/status/1015635858119016453

Main photo: lampungpost.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here