Celta Vigo menorehkan sejarah baru dalam perjalanan klub mereka. Pertandingan antara Genk vs Celta Vigo di leg kedua memang berakhir imbang 1-1, tapi klub asal Spanyol itu berhak melaju setelah unggul agregat 4-3.

Posisi Celta di leg kedua sebenarnya belum aman-aman banget. Mereka memang unggul 3-2 tapi Genk berhasil membuat dua gol tandang. Artinya, Genk bisa saja menang 1-0 di kandang mereka sendiri.

Namun, Celta justru mencetak gol lebih dulu lewat aksi Pione Sisto. Usai mencuri bola layaknya pencuri, Sisto menggiring bola beberapa langkah sampai akhirnya melepaskan tendangan kencang bak petir di siang bolong. Kiper Genk pun tersambar meski tak sampai gosong.

Genk sempat menyamakan kedudukan jadi 1-1 beberapa menit usai Sisto membobol gawang mereka. Adalah Leandro Trossard yang membuat gol penyeimbang, gol yang biasa-biasa saja. Tak ada yang spesial.

Skor bertahan sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Genk tak punya cukup waktu buat tambah gol lagi.

Melihat hasil ini, maka Celta yang berhak melangkah ke babak semifinal Liga Europa. Pertama kalinya dalam sejarah mereka sendiri bisa pamer di pentas Eropa.

Pelatih Eduardo Berizzo mengungkapkan kunci kesuksesannya dalam melangkah ke semifinal. Kunci kesuksesannya tentu saja bukan The Key of Success seperti yang jadi jokes-jokes receh di media sosial. Tapi berupa terkoneksinya setiap pemain di lapangan.

Terkoneksi di sini juga bukan berarti tiap pemain bawa-bawa smartphone ke lapangan, tapi mereka saling berkomunikasi dan memahami. Pacaran saja bisa saling pengertian, begitu juga dengan pemain-pemain dalam setiap tim.

“Kami sangat senang dengan permainan para pemain. Mereka layak mendapatkan prestasi ini. Mereka bermain seolah-olah ini pertandingan final, kami percaya bisa mengalahkan siapapun karena kami semua terkoneksi,” ujar pelatih Eduardo Berizzo dikutip Fourfourtwo. 

Main photo credit: Eurosport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here