Partai sengit terjadi pada pekan ke-10 Premier League kala Liverpool menjamu Tottenham Hotspur di Anfield. Tuan rumah akhirnya berhasil terus melaju kencang setelah mengandaskan perlawanan Spurs dengan skor tipis 2-1.

Hasil ini membuat kedua tim sama-sama mencetak rekor ‘terus’ pada statistik performa mereka dalam beberapa waktu belakangan. Bedanya Liverpool membuat rekor ‘terus’ bermain bagus, sementara itu Spurs menghasilkan catatan ‘terus’ tapi tergerus.

Pada kubu Liverpool-nya Jurgen Klopp, mereka kini mencatatkan 12 kemenangan kandang beruntun di pertandingan Premier League.

Bahkan kalau mau ditarik lebih jauh, mereka belum terkalahkan dari 45 pertandingan kandang terakhir di Premier League. Kalau kita ke Anfield lalu bertanya pada warga setempat apa itu kalah, mungkin mereka tidak mengerti.

Sudah sangat pantas untuk dijuluki jagoan kandang mereka kalau begini caranya.

Sementara Spurs jadi tim yang paling banyak menelan kekalahan tandang sejak bulan Februari lalu. Tercatat mereka telah mengumpulkan sembilan kekalahan tandang selama periode tersebut dan jadi yang paling banyak kalah dari klub Premier League lain.

Kalau nanti Spurs menang tandang, mungkin penggemarnya sampai bingung saking lamanya tidak pernah merasakan dapat tiga poin.

https://twitter.com/Sporf/status/1188524653020635137?s=20

Sebenarnya Spurs sempat membuat kejutan dengan mencetak gol terlebih dahulu. Bahkan di menit pertama langsung ngegas.

Berawal dari pergerakan Moussa Sissoko, bola dioper ke Son Heung-min yang kemudian melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat membentur, Dejan Lovren dan sempat ditepis tiang gawang. Bola muntah lantas langsung disambar Harry Kane yang lolos dari offside.

Ibarat main gim balapan mobil, NOS-nya langsung dipakai semua di awal. Ngegas memang, tapi jadi agak kendor selanjutnya.

Liverpool yang mendominasi akhirnya membalas lewat gol Jordan Henderson di babak kedua. Skor imbang 1-1.

Tekanan yang dibuat Liverpool pada akhirnya berbuah penalti di menit ke-75. Mohamed Salah yang mengambil eksekusi dengan mudah menuntaskan tugasnya. Hingga laga usai skor 2-1 bertahan untuk kemenangan tuan rumah.

“Kami tidak gugup, kami hanya perlu menjalankan taktik, melakukan segalanya dengan benar,” ujar Klopp dikutip dari Detik.

Sementara Mauricio Pochettino mengatakan bahwa Liverpool memang lawan yang sangat berat.

“Kami mencoba di 10-15 menit terakhir dan punya peluang-peluang. Tapi memang mustahil,” ungkap Pochettino.

https://twitter.com/Squawka/status/1188525349761622017?s=20

Main photo: @premierleague

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here