Seorang pengamat sepak bola atau yang sering disebut sebagai pundit di Italia terpaksa jadi pengangguran setelah berkomentar mengenai Romelu Lukaku. Berniat memuji, pendapat Luciano Passirani malah bernada rasis membuatnya terkena PHK dari televisi setempat.

Belakangan nama Lukaku memang terus menjadi sorotan. Bukan karena kekocakan yang sering dilakukannya seperti saat menjadi pengabdi ‘setan merah’, melainkan karena insiden rasisme yang ditujukan pada Lukaku.

Pada laga Inter Milan melawan Cagliari, Lukaku menerima tindakan rasis dari para suporter tuan rumah saat akan menendang penalti. Isu tersebut sebenarnya sudah cukup mereda seiring berjalannya waktu. Tapi belakangan, isu rasisme kepada Lukaku kembali muncul.

Hal tersebut berkat ulah dari salah seorang pengamat sepak bola yang memberikan komentarnya pada sebuah acara televisi. Saat itu Luciano Passirani tampil pada acara Qui Studio a Voi Stadio (QSVS) yang disiarkan oleh kanal televisi Telelombardia.

Tentu saja yang dibahas adalah seputar sepak bola Serie A karena memang dia pengamat sepak bola. Kalau tentang hubungan “pacarku yang selingkuh dengan mantan pacar adik sepupuku” pasti yang bahas adalah acara Uya Kuya.

Pada acara tersebut, Passirani sebenarnya memberikan pujian kepada Lukaku terkait kontribusi positifnya selama berseragam Inter.

“Lukaku merupakan salah satu transfer terbaik yang telah dilakukan Inter. Saya tidak melihat ada pemain sepertinya di tim lain di Italia. Dia salah satu yang terkuat. Saya menyukainya karena dia kuat, kembarannya: (Duvan) Zapata di Atalanta,” ujar Passarini, seperti dikutip Detik.

Tapi belakangan Passirani malah kebablasan dan salah menggunakan perumpamaan. Komentarnya tersebut jadi sangat bernada rasis. Harus hati-hati makanya saat berbicara. Apalagi sebagai seorang figur atau tokoh yang berbicara di depan publik.

“Mereka berdua memiliki sesuatu yang tak dimiliki pemain lain, mereka mencetak sejumlah gol dan membawa timnya maju. Dia akan mengalahkanmu dalam duel satu lawan satu. Jika kalian menantangnya, kalian akan kalah. Kecuali kamu memberikan 10 pisang kepadanya, atau…,” kata Passarini.

Fabio Ravezzani, direktur program acara tersebut, menyebut Passarini sudah meminta maaf, namun omongannya sudah terlanjur viral. Ia menyebut Passarini tak akan dipakai lagi dalam acara itu a.k.a PHK.

“Tuan Passirani sudah berumur 80 tahun dan untuk memuji Lukaku ia menggunakan kalimat yang ternyata berbau rasis,” ujar Ravezzani.

“Saya tak bisa memberikan toleransi terhadap segala bentuk kesalahan, meskipun itu hanya sesaat,” sambungnya.

Main photo: talksport.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here