Friday, September 22, 2017
Home Newstory Inggris Sadar Kebanyakan Pemain Muda, Wenger Pun Tobat

Sadar Kebanyakan Pemain Muda, Wenger Pun Tobat

157
0

Setelah 20 tahun memegang tahta di tim Arsenal, Arsene Wenger, seperti baru sadar bahwa timnya yang banyak dihuni pemain muda tidak cukup menjadi juara. Pelatih asal negara tetangga Spanyol itu menegaskan pentingnya memiliki pemain berpengalaman.

Wenger memang dikenal gemar mempromosikan pemain muda binaan timnya ketimbang mengandalkan bintang sejati. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sistem ‘beternak’ seperti itu. Namun sayangnya, setelah binaannya membuahkan hasil, “The Gunners” kerap menjualnya ke tim lain.

Bisa jadi memang begitulah caranya Wenger untuk mendapatkan uang banyak, ketimbang menjadi selebgram yang sedang dituntut untuk membayar pajak itu.

Hal itu yang terjadi pada beberapa pemain seperti Cesc Fabregas, Ashley Cole, Alex Song, dan masih banyak lagi pemain-pemain tak beruntung lainnya. Sebaliknya, uang hasil penjualan pemain jarang dimanfaatkan untuk membeli pemain pengganti sepadan berstatus bintang.

Mungkin hanya Mesut Oezil dan Alexis Sanchez pemain berstatus kelas dunia yang dibeli Wenger dalam beberapa musim terakhir. Sisanya, pria yang tak berminat melatih Persela Lamongan itu lebih doyan mempromosikan pemain dari peternakan sendiri.

Sekarang, Wenger tersadar setelah 12 tahun tak lagi meraih gelar juara Liga Primer, lebih lama dari masa jabatan Presiden SBY di Indonesia. Dia mulai bertaubat bahwa tim yang kebanyakan pemain muda akan sulit untuk menjadi juara.

Wajar saja, skuat Arsenal saat ini memang banyak diisi oleh pemain di bawah 23 tahun. Seperti Alex Iwobi, Calum Chambers, Hector Bellerin, dan Rob Holding.

Skuat Arsenal yang banyak dihuni pemain muda.
Skuat Arsenal yang banyak dihuni pemain muda.

“Untuk menjadi pesepakbola sesungguhnya, Anda harus berusia 23 tahun atau lebih tua karena sebelumnya Anda harus belajar soal pekerjaan Anda. Anda bisa tampil hebat di satu laga dan setelahnya, terkadang hanya biasa,” kata Wenger dikutip Goal yang mengutip lagi dari laman resmi klub.

Pemain berusia di bawah 23 tahun memang masih jauh dari kata ranum. Bahkan usia 21 tahun bisa dibilang lagi senang-senangnya menonton film-film Brazzers.

“Jika kalian melihat pada tim nasional, kalian takkan pernah memenangkan sebuah turnamen dengan tim muda, karena itu lebih menyangkut urusan mental untuk memenangkan hal yang besar. Anda harus memiliki level pengalaman tertentu,” sambungnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here